Logo Header Antaranews Kepri

Bupati: Jangan Ganggu BBM Bersubsidi

Rabu, 10 Oktober 2012 21:23 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Bupati Bintan, Kepulauan Riau, Ansar Ahmad meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu pendistribusian minyak solar bersubsidi, sehingga nelayan dan masyarakat lain yang membutuhkan tidak kesulitan untuk mendapatkannya.

"Saya minta tidak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu-ganggu minyak bersubsidi, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya," kata Ansar menanggapi dugaan penimbunan solar bersubsidi yang dilakukan PT Gandasari di Kijang, Bintan, Rabu.

Ansar mengatakan, selama ini para nelayan "menjerit" akibat kelangkaan minyak solar bersubsidi yang diduga sengaja ditimbun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Nelayan menjerit akibat penyelewengan minyak solar bersubsidi itu," kata Ansar.

Bahkan, menurut Ansar, bukan hanya nelayan yang kesulitan hingga tidak bisa melaut, tapi juga dirasakan masyarakat lainnya terutama yang membutuhkan solar bersubsidi.

"Saya minta pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku jika terbukti minyak bersubsidi digunakan oleh pelaku industri," katanya.

Bupati mengatakan, pihaknya juga menunggu perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian, apakah minyak yang ditimbun oleh PT Gandasari minyak bersubsidi atau bukan.

"Kami percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya," kata Ansar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dugaan penimbunan solar oleh PT Gandasari yang diduga menimbulkan kerugian negara Rp10 miliar lebih.

Penyelidikan oleh Polres Tanjungpinang juga masih berjalan selain diambil alih oleh Polda Kepri.

Dari data yang diperoleh ANTARA, PT Gandasari diduga kuat membeli minyak solar bersubsidi dari sejumlah perusahaan, seperti PT LT, CV BEP, PT BSS, PT TTM, serta oknum yang bekerja di SAR.

Dari data itu, PT Gandasari paling sering membeli solar dari PT LT. Sedangkan harga solar yang dijual kepada PT Gandasari berkisar Rp6.500-Rp7.700/liter.

Nilai transaksi untuk pembelian solar mulai dari Oktober 2011 hingga Februari 2012 mencapai puluhan miliar rupiah. (*)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026