Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Jamin Pasokan Ayam Cukup

Rabu, 14 November 2012 15:04 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam menjamin ketersediaan pasokan ayam meski melakukan razia dan memusnahkan puluhan kandang ayam di kota tersebut.

"Pasokan tetap cukup karena yang dimusnahkan ini hanya sekian persen dari kebutuhan," kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan Kota Batam Suhartini di Batam, Rabu.

Menurut dia, kekurangan pasokan ayam dapat dicukupi dari peternakan yang berada di Pulau Rempang dan Galang.

Ia mengatakan, untuk sementara dua pulau yang dihubungkan dengan enam jembatan ke Pulau Batam itu diperbolehkan untuk peternakan meski sebenarnya dilarang.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah, tidak boleh ada peternakan di pulau utama Batam, sehingga Pemkot Batam terus melakukan penertiban ternak ayam dan babi yang terdapat di penjuru pulau.

Ia mengatakan dari sekitar 30 ribu ekor ayam kebutuhan warga setiap hari, peternakan lokal mampu memasok sekitar 25 ribu ekor. Sedang lainnya didatangkan dari sekitar Batam.

"Tidak ada impor ayam," kata dia.

Sementara itu, Rabu pagi, tim gabungan Pemkot Batam menertibkan puluhan kandang ayam di Kecamatan Nongsa. Menurut Suhartini, satu kandang ayam bisa memuat sampai 50.000 ayam.

"Tapi jumlah itu dulu, sebelum pemberitahuan akan ada penertiban. Mungkin sekarang jumlahnya sudah berkurang," kata dia.

Ia mengatakan penertiban kandang ayam dilakukan satu kali sepanjang tahun untuk satu kecamatan.

Selain menertibkan peternakan ayam, Pemkot Batam juga menertibkan ternak babi. Sedang ternak lele di kolam ATB dilakukan BP Batam.

Sementara itu, ia mengatakan pemerintah kota masih mengkaji menempatkan peternakan di pulau pesisir Batam.

"Pemkot masih memikirkan lokasi peternakan," kata dia.

Jika ditempatkan di pulau, kata dia, maka pemerintah harus memikirkan pelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan peternak, seperti jalur pasokan kebutuhan makanan ternak.

"Kalau disuruh ke pulau sarana prasarananya berat. Kebutuhan bahan makanannya mau ditaruh ke mana," kata dia.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026