Logo Header Antaranews Kepri

Volume peti kemas pelabuhan di Batam tumbuh 15 persen di semester 1

Minggu, 3 Agustus 2025 10:03 WIB
Image Print
Tampak birds-eye-view Terminal Ferry International Batam Centre di Kota Batam, Kepri. ANTARA/HO-BP Batam

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat pertumbuhan signifikan yakni 15 persen dalam volume peti kemas yang ditangani pelabuhan sepanjang semester I tahun 2025 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni bahwa volume peti kemas mencapai 359.944 Twenty Foot Equivalent Units (TEUs), yang tercapai melalui sinergi baik antara BP Batam dan pihak pelabuhan.

“Capaian positif selama semester I-2025 ini mencerminkan fondasi kuat yang telah dibangun dalam tata kelola pelabuhan. Pelabuhan kita memiliki potensi besar, khususnya dalam penguatan layanan digital dan efisiensi operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Sabtu.

Dari total 359.944 TEUs, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan volume 273.004 TEUs atau naik 18 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, volume peti kemas domestik juga meningkat 6 persen dari 82.300 TEUs menjadi 86.940 TEUs.

Adapun kinerja operasional pelabuhan juga menunjukkan tren positif. Kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 54.876 call (panggilan) atau tumbuh 15 persen, dengan rincian kapal barang sebanyak 14.461 call dan kapal penumpang 40.415 call.

Total bobot kotor kapal (Gross Tonnage/GT) juga meningkat 18 persen menjadi 34.877.449 GT.

Selain peti kemas, volume general cargo naik 12 persen menjadi 5.427.065 ton. Jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional Batam pun turut mengalami pertumbuhan sebesar 8 persen, dengan total 4.645.169 orang.

Dari sisi penerimaan, Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat realisasi sebesar Rp219,75 miliar atau 55 persen dari target tahunan Rp401,86 miliar.

Angka tersebut naik 16 persen dibandingkan semester I-2024 yang mencatat Rp189 miliar.

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, Lalu Lintas Barang Ruslan Aspan menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini.

“Pelabuhan adalah simpul utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kami memandang pelabuhan tidak hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak industri, perdagangan, dan mobilitas masyarakat,” kata Ruslan.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026