Batam (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mendorong budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk meningkatkan kesadaran pekerja dan menekan angka kecelakaan kerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Nagoya Suci Rahmat percaya bahwa peningkatan kesadaran terhadap budaya K3 penting.
"Kita semua memiliki peran dalam menjalankan K3 di lingkungan tempat kerja. Lingkungan kerja yang aman, yang tenang, sehat, tentunya akan meningkatkan produktivitas dan daya saing yang baik di tempat kerja," kata Suci dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kamis.
Baca juga: Kemendag perkuat daya saing UMKM Batam melalui Klinik Desain
Pihaknya menambahkan, meski BPJS Ketenagakerjaan mempunyai program Jaminan Kecelakaan Kerja untuk melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan kerja, namun bukan berarti K3 harus diabaikan.
"K3 harus jadi prioritas. Pencegahan tetap jadi yang utama, karena sebesar apapun santunan yang kami berikan, tidak akan bisa menggantikan apapun yang sudah terjadi, apalagi sampai kehilangan nyawa,” katanya.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, selama tahun 2024 terjadi 462 ribu kasus kecelakaan kerja. Angka tersebut meningkat 24 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023.
Maka dari itu, BPJS Ketenagakerjaan Batam menggelar pelatihan selama satu hari, dan turut menggandeng serikat pekerja.
Baca juga: Telkomsel perkuat layanan di Puskesmas Simpang Tonang melalui bantuan alat kesehatan
Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indra MH menyebut pembudayaan K3 menjadi program prioritas pemerintah.
"Keselamatan dan kesehatan kerja ini adalah sesuatu yang penting. Salah satu strateginya adalah bagaimana meningkatkan kesadaran atau promotif preventif itu kita jadikan program prioritas. Karena tanpa itu akan sulit," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Provinsi Kepri Sayiful Badri Sofyan mengatakan bahwa kesadaran pekerja dan perusahaan dalam menerapkan K3 di lingkungan kerja masih kurang.
“Kita sering mendengar sering terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan nyawa melayang. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta bisa menjadi penggerak K3 di lingkungan kerjanya masing-masing, sehingga kesadaran dan kepatuhan K3 meningkat,” tambahnya.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen pelatihan serupa akan kembali di beberapa kota, diantaranya Medan, Makassar, Bogor, Banten dan Balikpapan.
Baca juga:
Mendag lepas ekspor produk industri dari Batam senilai 15 juta dolar AS ke 4 negara
Imigrasi Kepri imbau warga tidak tergiur kerja luar negeri secara ilegal

Komentar