Logo Header Antaranews Kepri

BPS Kepri: Tanjungpinang Inflasi 1,03 Persen

Rabu, 2 Januari 2013 21:32 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi 1,03 persen pada Desember 2012.

"Seluruh kota di Sumatra yang disurvei indeks harga konsumennya mengalami inflasi pada Desember 2012. Persentase inflasi di Tanjungpinang tergolong sedang dibanding 15 kota lainnya di Sumatra," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Badar, di Tanjungpinang, Rabu.

Menurut dia, inflasi di Tanjungpinang dipengaruhi oleh naiknya harga barang kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2013 dan hal itu terjadi setiap tahun.

"Kecenderungan kenaikan harga barang tersebut terlihat dari perkembangan indeks harga konsumen yang naik dari 133,58 pada November 2012 menjadi 134,93 pada Desember 2012 atau terjadi inflasi sebesar 1,03 persen," ungkapnya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2013, kata dia, harga dari 80 komoditas kebutuhan masyarakat mengalami perubahan, 60 komoditas diantaranya mengalami kenaikan harga. Harga barang kebutuhan masyarakat yang naik antara lain, bawang merah, beras, ikan selar, kangkung, ikan tongkol, sotong, bayam, bawang putih, sawi hijau, kacang panjang, daging sapi, rokok kretek, buncis, ikan kembung/gembung, tomat sayur, cumi-cumi, wortel, merica, dan ketimun.

Sebaliknya, harga 20 komoditas lainnya yang turun antara lain, cabai rawit, minyak goreng, jeruk, televisi berwarna, mie kering instan, bensin, cabai merah, minuman ringan, "hand body lotion", vitamin, pengharum cucian, parfum, obat flu, asam, tepung terigu, obat batuk, apel, celana dalam pria, minuman beralkohol, dan sikat gigi.

Sedangkan berdasarkan pengelompokannya, kelompok bahan makanan naik sebesar 3,44 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen, kelompok sandang 0,14 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen.

"Sebaliknya, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks, masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,04 persen," ujarnya.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026