Batam (ANTARA) - DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau menyebutkan mutasi pejabat eselon II dan III merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan mengatakan penyegaran jabatan bukan semata-mata rotasi, melainkan bagian dari upaya memastikan visi dan misi pemerintahan bisa dijalankan dengan optimal.
“Sebagai DPRD tentu kami mendukung ke arah yang positif. Termasuk lewat mutasi yang bertujuan untuk penyegaran agar visi dan misi pemerintahan baru ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Aweng usai menghadiri pelantikan di Kantor Wali Kota Batam, Jumat.
Ia menambahkan pentingnya kehadiran pejabat yang memiliki loyalitas tinggi untuk menopang arah pembangunan Batam.
Hal itu sejalan dengan pesan Wali Kota Amsakar saat melantik para pejabat.
“Apa yang disampaikan Pak Wali Kota sudah benar. Sistem pemerintahan butuh pejabat yang loyal dalam mendukung perencanaan yang telah disusun,” kata dia.
Lebih lanjut, ia berharap para pejabat yang baru saja dilantik dapat menunjukkan kinerja nyata dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Kepemimpinan saat ini punya visi dan misi yang harus diwujudkan. Untuk itu butuh sistem yang kuat, salah satunya melalui penyegaran pejabat ini,” kata Aweng.
Aweng juga menyebut mutasi merupakan hal wajar dalam dinamika pemerintahan.
Ia menyebutkan masih ada peluang penyegaran berikutnya di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai kebutuhan.
“Kami mengharapkan target pembangunan Batam bisa tercapai dengan adanya pejabat yang tepat di posisi yang tepat. Batam ini butuh kaki yang kuat dan gerak yang cepat,” kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad melakukan mutasi tahap II dengan merotasi sekitar 95 pejabat eselon II dan III.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat barisan pemerintahan menuju percepatan pembangunan.

Komentar