
Pemkot Batam Lakukan Komputerisasi Pembelian Solar

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam berencana menerapkan sistem komputerisasi pada penjualan bahan bakar solar bersubsidi untuk meminimalkan penyelundupan solar untuk industri.
"Langkah awal nanti, operator membantu cara pengisian bensin sendiri dengan kartu," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi, di Batam, Selasa.
Pemkot Batam sudah membahas rencana itu dengan Pertamina Wilayah Kepulauan Riau dan disepakati.
Penyelewengan solar diduga kerap dilakukan warga Batam. Mobil-mobil dimodifikasi agar dapat menampung solar dalam jumlah besar, untuk kemudian dijual kembali ke industri.
Praktek penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi itu membuat Batam kekurangan solar. Hampir setiap hari di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum terjadi antrean panjang untuk pompa solar.
Wakil Wali Kota mengatakan dengan komputerisasidi SPBU, maka pemerintah dapat mengawasi penjualan bahan bakar bersubsidi.
"Dengan sistem online dan komputerisasi, Pertamina dan Pemko dapat memantau aktifitas jual-beli BBM di SPBU," kata dia.
Selain itu, kata Rudi untuk mengantisipasi antrean solar, Pemkot Batam meminta pemerintah pusat menambah kuota solar.
Pertamina dan Disperindag ESDM Batam akan berangkat bersama ke Jakarta untuk mengantarkan permohonan itu.
"Kami akan minta tambahan. Kalau tidak dipenuhi, tidak soal, yang penting kami minta kuota. Mereka (Pertamina) punya data, tapi kami perlu memperkuat," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kota Batam Ruslan Ali meminta pemerintah kota memberikan sanksi tegas kepada penyeleweng solar.
"Harus diberikan sanksi tegas, represif," kata dia.
Antrean solar, kata dia, mnjadi salah satu pembahasan yang hangat di masarakat saat anggota DPRD reses.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
