
DPRD Minta Dinkes Kendalikan Penyakit Bersumber Binatang

Batam (Antara Kepri) - DPRD Kota Batam meminta dinas kesehatan setempat mengendalikan dan mengantisipasi mewabahnya penyakit yang bersumber dari binatang seperti kaki gajah dan flu burung.
"Dinas Kesehatan Kota Batam harus memberikan vaksin atau obat-obatan sebagai pencegah agar virus fuu burung (H5N1) yang sudah ditemukan pada Air Raja dan Sei Temiang tidak meluas. Penebaran kaki gajah juga harus dikendalikan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho di Batam, Kamis.
Ia mengatakan untuk mengatasi penyakit di Batam, dinas kesehatan mendapatkan anggaran sebesar Rp58,147 miliar, meninggkat jauh dibanding tahun lalu yang hanya Rp29,366 miliar.
"Saya minta untuk flu burung dan kaki gajah (filariasis) segera dilakukan pencegahan agar tidak meluas dan makin banyak yang terjangkit," kata dia.
Khusus untuk penyakit yang ditularkan oleh binatang termasuk flu burung dan kaki gajah dan demam berdarah, kata dia, dianggarkan penanggulangan sebesar Rp1,264 miliar.
Ia mengimbau Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Batam bekerjasama mengatasi masalah tersebut.
"Kalau saya tidak salah, KP2K dapat anggaran Rp40 juta untuk rehabilitasi binatang dalam hal mengecek kesehatan. Saat seperti ini, jika tidak ada sosialisasi dan penyuluhan, dari dinas terkait jangan berharap masyarakat pro-aktif," kata Udin.
Kasus kaki gajah di Batam telah menjangkiti 14 warga termasuk di daerah perkotaan. Pemerintah setempat juga telah membagikan obat kaki gajah gratis pada masyarakat pada 11-15 Februari 2013.
Sementara itu, kasus flu burung telah mengakibatkan dua ribuan ayam di Air Raja mati mendadak. Sementara di Sei Temiang ada ratusan yang juga mati disebabkan firus H5N1 tersebut.
Kepala Dinas KP2K Batam, Suhartini mengatakan semua ayam radius satu kilometer dari ditemukannya kasus akan dimusnahkan.
"Semua ayam daerah terjangkit akan dimusnahkan. Hingga kini belum ditemukan kasus flu burung yang menjangkiti manusia," kata Suhartini. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
