
Batam Wacanakan Konversi BBM ke BBG

Batam (Antara Kepri) - DPRD Kota Batam mewacanakan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) pada seluruh kendaraan untuk menghindari penyalahgunaan minyak bersubsidi kota industri tersebut.
"Infrastruktur jaringan pipa gas sudah ada di Batam. Jadi, konversi BBM ke BBG bisa dilakukan," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Irwansyah di Batam, Kamis.
Batam yang berupa kepulauan, kata Irwansyah, lebih memungkinkan untuk konversi tersebut karena mobil-mobil di Batam jarang yang dibawa ke daerah lain.
"Konversi BBG dapat mengurangi penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk industri sehingga kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi," kata dia.
Ia mengatakan, penyelewengan BBM bersubsidi di Batam sudah sangat merugikan masyarakat yang seharusnya berhak menikmatinya.
Sales Representative BBM Ritel PT Pertamina Area Kepri Teuku Desky Arifin mengatakan, dari kalkulasi kasar yang dilakukan, Kepri mendapat subsidi dari pemerintah mencapai sekitar Rp25 triliun.
"Sebagian besar kuota BBM Kepri untuk memenuhi kebutuhan Batam.
Kalau memang sulit sekali pengawasan dalam penayuran BBM nonsubsidi, konversi merupakan pilihan agar subsidi yang diberikan oleh pemerintah tidak dinikmati pihak yang seharusnya tidak menerima," kata Deski.
Jika itu dilakukan, kata dia, maka subsidi hanya dikhususkan untuk pelaku usaha kecil menengah, nelayan, atau sarana transportasi laut.
Perwakilan PT PGN Suryadi Wijaya mengatakan, saat ini memang ada rencana membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) seperti yang dilakukan di Palembang, Sidoarjo dan daerah lainnya di Pulau Jawa.
"Meski belum ada konversi secara menyeluruh, namun kalau memang mau dilaksanakan, akan sangat baik bagi Batam," kata dia.
Ia mengatakan, rencana tersebut memang butuh proses panjang tetapi jika pemerintah kota dan DPRD bisa menyampaikannya ke Dirjen Migas, itu bisa dilakukan.
"Saat ini Batam sudah ada jalur jalur pipa gas dari Panaran ke simpang Tembesi, kemudian ke Batam Centre melalui Mukakuing. Bahkan tahun ini rencananya akan dibangun jalur pipa gas ke kawasan industri Tanjunguncang," kata Suryadi.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad mendukung wacana tersebut. "Kami mendukung dengan harapan dapat menghentikan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Batam," kata Amsakar.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
