Logo Header Antaranews Kepri

Batam Gelar Lomba Perahu Jong

Sabtu, 2 Maret 2013 13:35 WIB
Image Print
Lomba Perahu Jong di Pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Batam. (Foto: Dedi)

Batam (Antara Kepri) - Ratusan peserta dari berbagai kota/kabupaten Provinsi Kepulauan Riau dan Riau mengikuti ajang tahunan Perahu Jong (perahu mainan kecil/sampan) di Kota Batam yang diselenggarakan 2-3 Maret di Pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa.

Perahu Jong merupakan perahu mainan dari kayu dengan layar dari kain atau plastik aneka warna yang biasa dimainkan oleh nelayan Melayu saat mereka tidak melaut karena angin kencang.

"Ini meruapakan permainan rakyat tradisonal yang coba terus kami lestarikan. Ternyata respon dari beberapa daerah lain sangat besar," kata paitia pelaksana, Arifin Madiun.

Ia mengatakan dalam penyelenggaraan yang keenam ini diikuti peserta dari Bengkalis, Kampar, Tanjungpinang, Bintan, Karimun dan Batam.

"Pada beberapa penyelenggaraan terdahulu ada peserta dari Singapura, namun kali ini mereka absen," kata dia.

Arifin mengatakan ada tiga kategori perlombaan masing-masing Perahu Jong kecil berukuran hingga 1,29 meter, sedang 1,3-1,5, diatas 1,6 untuk kategori besar.

Ia mengatakan, Perahu Jong rata-rata dibuat dari kayu pulai, tetapi bahan untuk layar biasanya masyarakat pesisir menggunakan kain atau plastik yang berwarna warni untuk memperindah penampilan biasanya dibubuhi cat berwarna-warni.

Pembuatan Perahu Jong juga harus dengan keahlian khusus, harus sabar dan teliti Bila tidak sempurna maka Perahu Jong akan berlayar tidak seimbang yang mengakibatkan tenggelam atau berlayar tetapi tidak berlayar lurus.

Satu Perahu Jong, kata dia, membutuhkan waktu pembuatan sekitar 3-7 hari dengan biaya sekitar Rp1 juta.

Kepla Dinas Sosial Kota Batam, Raja Kamaruzaman yang membuka acara mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun tersebut diselenggarakan untuk melestarikan budaya Melayu.

"Jong merupakan salah satu permainan masyarakat Melayu yang semakin ditinggalkan. Dengan kegiatan ini diharapkan akan kembali menimbulkan kecintaan masyarakat terhadap Jong," kata dia.

Pemerintah Kota Batam, kata dia, sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang sifatnya sebagai bentuk pelestarian budaya.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026