
BPS: Inflasi Tanjungpinang 0,82 Persen

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Inflasi di Kota Tanjungpinang pada Februari 2013 sebesar 0,82 persen, turun dibanding kondisi satu bulan sebelumnya yang mencapai 1,89 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau Mengaputua Gultom, Sabtu.
"Dari 16 kota di Sumatera, tercatat semua kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 1,78 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,12 persen," tambahnya, di Tanjungpinang.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), inflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan oleh naiknya indeks harga pada lima kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 0,97 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,19 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,08 persen, kesehatan sebesar 0,42 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.
Sebaliknya, kelompok sandang; serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga justru mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,12 persen.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2013 di Kota Tanjungpinang sebesar 2,73 persen dan laju inflasi 'year on year' (Februari 2013 dibanding dengan Februari 2012) di Kota Tanjungpinang sebesar 5,79 persen," ujarnya.
Gultom mengemukakan, indeks harga konsumen Tanjungpinang pada Februari 2013 naik dari 137,50 pada Januari 2013 menjadi 138,63 atau terjadi inflasi sebesar 0,82 persen. Perubahan harga pada 81 jenis barang kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Tanjungpinang pada saat itu.
Sebanyak 57 jenis barang dan jasa yang harganya naik diantaranya mengalami kenaikan harga, antara lain tarif air minum PAM, tarif listrik, ikan tongkol, tukang bukan mandor, udang basah, cabai merah, cabai rawit, sotong, sepeda motor, teri, ikan belanak, ikan kembung/gembung, telur ayam ras, beras, ikan bawal, dan asbes.
Sebaliknya, 24 komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga antara lain, kangkung, bayam, wortel, jeruk, bawang merah, emas perhiasan, kacang panjang, sawi hijau, daging ayam ras, cumi-cumi, buncis, tomat sayur, televisi berwarna, gula pasir, dan emping mentah.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2013 di Kota Tanjungpinang sebesar 2,73 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,91 persen. Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Februari 2013 dibanding dengan Februari 2012) di Kota Tanjungpinang sebesar 5,79 persen, juga lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 1,44 persen," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
