Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Karimun: Jangan Bebani Siswa Dengan Target Kelulusan

Kamis, 4 April 2013 22:03 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun berpendapat sebaiknya para pengelola sekolah tidak mematok target kelulusan yang malah mengganggu kemantapan mental pelajar pada ujian nasional sekolah menengah atas dan sederajat 15-18 April 2013.

"Kami yakin semua berkeinginan yang terbaik, baik orang tua, guru maupun siswa. Namun, jangan mematok target sehingga mempengaruhi mental siswa," katanya seusai menghadiri acara Sosialisasi Ujian Nasional di SDN 001 Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Menurut Nurdin, satu-satunya cara untuk meraih kelulusan tinggi adalah berusaha semaksimal mungkin dengan mempersiapkan siswa melalui pengayaan dan pendalaman mata pelajaran.

"Persiapan yang matang tidak hanya dilakukan pihak sekolah dan guru, tetapi orang tua juga berperan penting untuk mempersiapkan pelajar karena waktunya lebih banyak di rumah daripada di sekolah," katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, tentu berharap siswa yang mengikuti UN lulus seratus persen. Namun demikian, upaya untuk mencapai kelulusan seratus persen jangan sampai dipaksakan dengan melakukan perbuatan tidak terpuji.

"Sepahit apapun hasilnya harus kita terima karena berkaitan dengan citra pendidikan kita. Yang perlu ditekankan adalah, persiapan matang serta berdoa kepada Tuhan agar anak-anak kita lulus semua," ucapnya.

Dia juga mengatakan sistem UN yang menerapkan 20 paket soal merupakan tantangan bagi siswa karena berbeda dibandingkan UN tahun lalu.

"Banyak kondisi yang bisa merubah keadaan. Karena itu, persiapkan siswa dengan menguji soal-soal yang dikombinasikan, terutama yang nilainya masih rendah pada saat 'try out' yang lalu," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun Sudarmadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi agar siswa lulus 100 persen.

"'Try out' dan pengayaan mata pelajaran sudah kita adakan beberapa kali, terutama yang nilainya masih rendah. Selain itu, kami juga telah melaksanakan program khusus untuk menguatkan mental dan kejiwaan siswa yang masih lemah dalam menguasai soal-soal," kata dia.

Jumlah siswa yang mengikuti UN SMA, kata dia, sebanyak 2.905 orang baik SMA, SMK maupun MA.

"Kalau berharap semuanya lulus. Kalau bicara target, setidaknya kelulusan 98 persen, kalau bisa lebih dari itu," katanya.

Pada 2012, kelulusan siswa yang mengikuti UN SMA/sederajat mencapai 98,87 persen dengan posisi kelima se-Provinsi Kepri.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026