
Batam Manfaatkan Perbatasan sebagai Kelebihan

Batam (Antara Kepri) - Kota Batam, Kepulauan Riau, memanfaatkan lokasinya yang berbatasan dengan beberapa negara sebagai kelebihan, bukan beban.
"Letak Batam yang strategis ini menjadi andalan pembangunan dan perekonomian nasional," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dalam seminar yang diselenggarakan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan di Tangerang, Kamis.
Sebagai daerah perbatasan yang berhadapan dengan negara tetangga, kata Wali Kota, memang sudah seharusnya lebih maju, bukan justru tertinggal daripada daerah lain.
Sejak dikembangkan, kata Ahmad Dahlan, Kota Batam dirancang sebagai kota industri, pariwisata, perkapalan, dan jasa.
Batam, kata Wali Kota, tidak memiliki sumber daya alam. Oleh karena itu, harus memanfaatkan lokasinya yang strategis dengan keunggulan sumber daya manusia.
"Batam memang tidak memiliki SDA untuk diolah. Untuk itu perlu memberdayakan SDM," katanya menegaskan.
Selain berada di perbatasan, lanjut dia, keunggulan Batam yang lain adalah berada pada jalur pelayaran internasional, Selat Malaka.
Di tempat yang sama, Sekretaris BNPP Triyono Budi Sasongko memandang perlu terobosan dalam pengelolaan batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga terwujudnya tiga domain utama, yaitu penegasan batas wilayah negara, keamanan batas wilayah negara dan pembangunan daerah batas wilayah negara, kokohnya NKRI dan harkat martabat negara.
"Pengelolaan potensi maritim harus menjadi prioritas dan perlu kerja ekstra, khususnya di wilayah perbatasan NKRI yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti di Selat Malaka dan Selat Singapura, yakni Kota Batam," katanya.
Ahli maritim Profesor Hasyim Jalal mengatakan bahwa ada batas-batas wilayah yang harus dibahas dengan negara tetangga.
"Batas zona ekonomi juga perlu dibahas lebih komprehensif," katanya.
Pemerintah berencana menyusun Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan. Panduan itu diharapkan dapat memberikan prinsip-prinsip pengembangan wilayah perbatasan negara sesuai dengan karakteristik fungsionalnya untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain dan menyinergikan dengan perkembangan negara tetangga.
Selain itu, kata dia, kebijakan dan strategi itu nantinya juga ditujukan untuk menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan negara dari upaya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun yang dilakukan dengan dorongan kepentingan negara tetangga, sehingga kegiatan ekonomi dapat dilakukan secara lebih selektif dan optimal. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
