Logo Header Antaranews Kepri

Batam Kekurangan Pasokan Elpiji Subsidi

Kamis, 25 April 2013 22:38 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kota Batam kekurangan pasokan gas elpiji subsidi tiga kg sehingga nyaris krisis.

Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Kamis, mengatakan selama ini pasokan elpiji tiga kg sekitar 78 ton per hari, padahal kebutuhan warga mencapai 82 ton per hari.

Jumlah penyaluran elpiji subsidi juga terus berkurang. Pada Januari 2013, Disperindag ESDM mencatat pasokan sebanyak 1.104 ton elpiji tiga kg, turun sekitar 12 persen dibanding periode yang sama pada 2012.

"Penyaluran itu juga mengalami penurunan dari Desember 2012 yang mencapai 1.693 ton," kata Amsakar.

Akibat kurangnya pasokan elpiji tiga kg, beberapa daerah mengalami krisis.

"Saat ini warga sedang berteriak di berbagai tempat," kata dia.

Untuk mengatasi kekurangan, ia mengatakan sudah meminta tambahan kuota elpiji tiga kg kepada Kementerian ESDM.

"Kami surati kementerian tanggal 21 Februari, ke Dirjen Minyak Gas dan Bumi. Namun sampai sekarang tidak ada jawaban," kata dia.

Pemkot, kata dia, meminta tambahan kuota hingga mencapai 26.500 ton elpiji tiga kg, di atas realisasi penyaluran tahun 2012 sebanyak 20.310 ton.

Di Batam, sebanyak 148.000 jiwa golongan rumah tangga bergantung pada elpiji tiga kg. Rata-rata, setiap rumah tangga mengkonsumsi tiga tabung gas tiap bulan.

Selain golongan rumah tangga, elpiji subsidi juga digunakan usaha mikro kecil menengah.

"Ada 4.400 UMKM dengan penggunaan tiga tabung gas per hari," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026