Logo Header Antaranews Kepri

Batam Anggarkan Rp2 Miliar Pembebasan Kebun Raya

Selasa, 30 April 2013 17:35 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 untuk pembebasan lahan Kebun Raya Batam di Nongsa seluas 86, 5 hektare dengan anggaran pembangunan sekitar Rp859 miliar dalam tahun jamak.

"Kami akan anggarkan dua miliar pada APBD-P 2013 untuk pembebasan lahan yang akan dibangun kebun raya. Kami harap akan disetujui, sehingga pembangunannya bisa berjalan sesuai rencana," kata Kepala Dinas Tata Kota Batam, Gintoyono Batong di Batam, Selasa.

Gintoyono mengatakan, saat ini lahan Kebun Raya Batam yang terletak di Nongsa Batam sebagian masih dimiliki oleh masyarakat setempat, sehingga perlu dana untuk membebaskannya.

"Kami harap pada 2014 mendatang lahan sudah bebas semua dan pembangunan sudah bisa mulai dikerjakan. pemerintah provinsi juga akan menganggarkan Rp9 miliar untuk pemagaran area lahan kebun raya," kata dia.

Pada tahap awal, kata dia, pemerintah pusat akan dianggarkan Rp60 miliar untuk pembuatan Detail Engeenering Desain (DED), pembuatan prasarana dasar seperti rumah kaca, pembukaan jalan, penerangan, gerbang waduk sebagai penyangga hutan.

"Semiggu lalu kami sudah melakukan rapat. Kami dapat anggaran cadangan untuk membuat DED-nya sebasar Rp20 miliar dan Rp40 miliar untuk pembuatan prasarana dasar," kata Gintoyono.

Ia juga mengatakaan, pada 22 Mei 2013 mendatang tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan anggota dari Kebun Raya Bogor akan turun meneliti tanaman-tanaman langka, yang akan ditanam di Batam.

Sementara itu Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, Kebun Raya Batam merupakan file projek nasional yang juga ditujukan untuk mendongkarak kedatangan wisatawan, apalagi Batam saat ini memang kekurangan lahan terbuka hijau.

"Kami memang kekurangan lahan terbuka hujau. Disini Batam hanya Engku Putri yang diakui. Dengan adanya Kebun Raya nanti, tentu Batam akan memiliki lahan terbuka hijau yang multifungsi," kata dia.

Ketua LIPI Lukman Hakim, sebelumnya mengatakan pembangunan kebun raya di daerah diperlukan untuk melestarikan kekayaan hayati yang nyaris punah.

"LIPI merasa prihatin dengan habisnya lahan di Sumatera, Kalimantan dan Papua sebagai konsekuensi pembangunan tanpa memperhatikan konservasi alam," kata dia.

LIPI berharap keberadaan kebun raya di daerah dapat melestarikan kekayaan hayati Indonesia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026