Logo Header Antaranews Kepri

Batam Inflasi 0,18 Persen

Rabu, 1 Mei 2013 19:14 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat Batam mengalami inflasi 0,18 persen pada April 2013.

"Setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi, hal sebaliknya terjadi pada April 2013 ini. Indeks harga konsumen Kota Batam naik dari 129,37 pada Maret 2013 menjadi 129,60 atau terjadi inflasi sebesar 0,18 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Dumagar Hutahuruk, di Tanjungpinang, Rabu.

Ia menambahkan, dari 16 kota IHK di Sumatera, tercatat tiga belas kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang Sidempuan sebesar 0,81 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,04 persen. Sebaliknya, tiga kota lainnya mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,48 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,01 persen.

"Deflasi yang terjadi di Tanjungpinang terendah di Indonesia," ujarnya.

Hutahuruk mengungkapkan, perubahan harga pada 84 jenis barang atau jasa kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Batam pada April 2013. Sebanyak 61 komoditas atau jasa diantaranya yang mengalami kenaikan harga antara lain, bawang merah, sewa rumah, sawi hijau, beras, apel, cabai merah, ikan selar, tomat sayur, pizza, rokok kretek filter, obat dengan resep, rokok putih, gula pasir, udang basah, sampo, pasta gigi, es, tomat buah, ketimun, dan minyak goreng.

Sebaliknya, harga dari 23 komoditas lainnya justru turun. Barang kebutuhan masyarakat yang mengalami penurunan harga antara lain emas perhiasan, telur ayam ras, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, dencis, kentang, ikan tongkol, ikan kakap merah, bensin, cabai hijau, anggur, kol putih atau kubis, bayam, cumi-cumi, daging ayam ras,besi beton, nangka muda, buncis, labu siam/jipang, wortel, dan jeruk.

Laju inflasi tahun kalender (Januari - April) 2013 di Kota Batam tercatat sebesar 1,39 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,21 persen. Sedangkan laju inflasi 'year on year'(April 2013 dibanding dengan April 2012) di Kota Batam sebesar 3,23 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,69 persen.

"Harga barang kebutuhan masyarakat fluktuatif," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026