
Batu Alam Kalsel Diminati Pengunjung Batam Expo

Batam (Antara Kepri) - Berbagai produk kerajinan batu alam Kabupaten Martapura, Kalimantan Selatan, yang dipamerkan dalam Batam Expo 13 pada 2-5 Mei 2013 di Gedung Promosi Sumatra Batam Centre diminati wisatawan asing terutama Malaysia dan Singapura.
"Sebagian pengunjung yang tertarik dan membeli produk kami memang wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam," kata peserta pameran di gerai Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalimantan Selatan, Riswan di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, produk yang disukai rata-rata berupa batu cincin, kalung, gelang, pernik-pernik kerudung serta tasbih.
"Produk yang diminati rata-rata harga Rp35 ribu hingga ratusan ribu rupiah," kata dia.
Selain produk kerajinan dari batu alam, kata dia, Provinsi Kalimantan Selatan juga mempromosikan produk lain seperti batik khas Kalimantan.
Riswan mengatakan, Disperindag Provinsi Kalimantan Selatan sengaja mengikuti Batam Expo ke-13 dengan sasaran wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Batam.
"Batam salah satu pintu masuk wisatawan asing terutama untuk Indonesia bagian barat. Jadi kami merasa pas jika mengikuti kegiatan ini," kata Riswan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Batam pada 2012 mencapai 1,2 juta orang. Sementara untuk kunjungan wisatawan nusantara mencapai lima juta orang.
"Batam menjadi daerah dengan kunjungan wisatawan asing terbesar ketiga setelah Bali dan Jakarta. Ini menjadi potensi besar bagi daerah lain untuk mempromosikan produk mereka di Batam," kata dia.
Batam Expo, kata dia, menjadi salah satu pameran produk unggulan terbesar dari berbagai daerah di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun di Batam.
"Tahun ini ada 25 provinsi yang ambil bagian. Dengan jumlah gerai mencapai hampir seratus," kata Yusfa. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
