Logo Header Antaranews Kepri

Dinkes Karimun Imbau Warga Antisipasi DBD

Senin, 10 Juni 2013 20:37 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengimbau warga mengantisipasi penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan membiasakan hidup bersih dan menggencarkan gerakan 3M Plus.

"Kami mengimbau warga agar membersihkan lingkungan, mengubur, menguras, menutup dan menabur bubuk abate wadah yang dapat menampung air (3M Plus). Tujuannya untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk 'aedes aegypty' sebagai vektor penularan DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana usai rapat kerja kesehatan di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Sensissiana mengatakan, musim hujan yang melanda akhir-akhir berpotensi menjangkitnya DBD akibat lingkungan yang tidak bersih.

Berdasarkan catatan Dinkes, dia mengatakan, angka kasus DBD sejak Januari 2013 mencapai 61 kasus, atau setiap bulan rata-rata sepuluh orang terjangkit penyakit tersebut.

"Tingginya kasus DBD sejak Januari akibat rendahnya kesadaran warga untuk hidup bersih, apalagi Karimun termasuk daerah endemis DBD yang setiap tahun terdapat kasus penyakut tersebut," kata dia.

Dinkes melalui jaringan pelayanan kesehatan, seperti RSUD, Puskesmas, Posyandu terus mengampanyekan gerakan 3M Plus kepada masyarakat. Namun kampanye tersebut tidak akan membuahkan hasil jika warga tidak berperan aktif menjaga lingkungannya.

"Kami juga tetap menerapkan prosedur jika terdapat kasus DBD, salah satunya melakukan pengasapan (fogging) pada lingkungan ditemukannya kasus tersebut," kata dia.

Fogging, kata dia, hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik yang hidup di genangan air hanya bisa dibasmi dengan gerakan 3M Plus dan menabur bubuk abate.

"Wadah jangan dibiarkan tergenang air hujan berhari-hari. Kami mengimbau warga secara rutin menguras bak mandi setiap satu pekan untuk mencegah jentik tumbuh menjadi nyamuk dewasa," ucapnya.

Data yang dihimpun mencatat angka kasus DBD di Karimun pada 2010 sebanyak 147 kasus, kemudian turun pada 2011 menjadi 117 kasus. Sedangkan pada 2012 kembali menurun tidak sampai 100 kasus.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026