Logo Header Antaranews Kepri

Warga Batam Keluhkan Kabut Asap

Selasa, 18 Juni 2013 15:15 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Warga Kota Batam mengeluhkan pekatnya kabut asap kiriman akibat kebakaran yang melanda wilayah Sumatera daratan sehingga dalam beberapa hari terakhir jarak pandang sangat terbatas.

"Selain jarak pandang terbatas, pekatnya asap juga mengakibatkan mata pedih dan batuk," kata warga Batam, Zaki Setiawan di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, saat mengendarai motor dari tempat tinggalnya kawasan Tanjungpiayu menuju ke Kompleks Puri Legenda Batam Centre berjarak sekitar 12 kilometer membuat dirinya tidak nyaman.

"Selain meski pelan-pelan dan hati-hati, kabut asap membuat napas sesak. Sehingga butuh banyak minum," kata dia.

Amir Yunus, warga Batuaji yang sehari-hari harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dari tempat tinggalnya ke kawasan kompleks pemerintahan Batam Centre juga mengatakan hal serupa.

"Udara sangat tidak sehat. Meski sudah pakai masker, namun dada tetap terasa sesak akibat asap yang terhirup saat berkendara," kata dia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memperingatkan semua pelaku transportasi udara, darat, dan laut di Batam waspada karena jarak pandang hanya 1.000-1.500 meter.

"Jarak pandang masih sangat terbatas, semua pelaku transportasi harus waspada terhadap kabut asap yang masih melanda Batam," kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu.

Terbatasnya jarak pandang di Batam diakibatkan titik api di Sumatera daratan terus bertambah dan menjadi 138 titik. Sementara arah angin mengarah ke Batam dan wilayah lain di Provinsi Kepri.

Kabut asap yang terjadi di Batam, kata dia, hanya akan hilang jika ada intensitas hujan cukup besar.

"Peluang hujan memang ada. Namun Batam kan merupakan darah yang tidak memiliki musim, jadi tidak bisa diperkirakan secara pasti kapan hujan turun," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026