Logo Header Antaranews Kepri

Kabut Asap Ganggu Pelayaran Batam

Jumat, 21 Juni 2013 20:28 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Otoritas Pelabuhan Telaga Punggur menyatakan kabut asap sudah menganggu pelayaran dari Batam ke Tanjungpinang dan sejumlah tujuan lain setelah jarak pandang di laut hanya di bawah 500 meter.

"Kabut asap sanggat mengganggu pelayaran, Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam sudah menginstruksikan pelabuhan untuk tutup pukul 17.00 WIB dari yang biasanya pukul 18.00 WIB, atau lebih cepat dari hari biasanya," kata Syahbandar Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Erwin Safrizal di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, kondisi di laut sangat membahayakan untuk pelayaran sore hari karena umumnya semakin sore asap semakin pekat.

"Kami tidak mau ambil resiko, bila dipaksakan akan sangat membahayakan penumpang. Sesuai instruksi, kami akan menutup pelabuhan lebih awal," kata dia.

Untuk siang hari, kata dia, meski kabut tebal namun pelayaran masih berjalan seperti biasa. Hanya saja jumlah penumpang jauh berkurang dibanding saat tidak terjadi kabut asap.

General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Pelabuhan Telaga Punggur, Dadak Midyanarko mengatakan untuk kapal roro dari Telaga Punggur ke Tanjunguban Bintan masih lancar.

"Untuk saat ini masih lancar. Kami masih menunggu instruksi dari Kanpel terkait percepatan penutupan pelabuhan," kata dia.

Sementara Otoritas Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam terpaksa menunda keberangkatan kapal pada Jumat siang karena memburuknya cuaca akibat kabut asap yang menutupi wilayah Kepulauan Riau.

Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, Yovan Siahaan kepada Antara mengatakan, pihaknya menunda keberangkatan kapal ke Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau serta ke Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, karena tebalnya kabut asap di laut.

"Jarak pandang pada pukul 09.00 WIB tadi di bawah 1 mil, dan itu sebabnya keberangkatan kapal pada jam tersebut kami tunda keberangkatannya hingga setengah jam. Tadi pagi kapal yang ke Dumai tetap berangkat karena jarak pandang masih di atas 1 mil," ujar Yovan.

Ia mengatakan, dalam sepekan terakhir kabut asap yang terjadi baru hari ini kondisinya makin parah, dan pihaknya terpaksa menunda pelayaran antarpulau demi keselamatan.

"Kapal yang berlayar merupakan kapal penumpang berkecepatan tinggi, sedangkan di laut jarak pandang terbatas karena kabut asap," ucapnya.

Ia mengatakan, walaupun jarak pandang minimum di laut tidak ada batasannya, namun pihaknya mengambil kebijakan di bawah 1 mil pelayaran ditunda menunggu cuaca terang, dan jika terjadi hingga di bawah 0,5 mil maka pihaknya akan menutup pelayaran.

"Kalau cuaca terus memburuk dan dilaut jarak pandang hanya setengah mil maka bukan tidak mungkin pelayaran ditutup tidak hanya untuk pelabuhan domestik, juga pelabuhan internasional karena kami tidak mau mengambil risiko," tukas Yovan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026