Logo Header Antaranews Kepri

Kabut Asap Kurangi Minat Wisman ke Batam

Rabu, 26 Juni 2013 16:22 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera mengurangi minat wisatawan mancanegara dan domestik untuk mengunjungi Batam, kata Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata Kota Batam, Rudi Panjaitan.

"Jumlah pengunjung berkurang akibat kabut asap, tapi tidak signifikan" kata Rudi di Batam, Rabu.

Ia mengatakan jika biasanya penumpang kapal feri Singapura-Batam memenuhi tiga perempat jumlah kursi yang disediakan di setiap perjalanan, maka dalam sepekan terakhir berkurang sedikit.

"Biasanya tiga perempat penuh, sekarang hanya kurang sedikit saja," kata dia.

Menurut dia, pengaruh kabut asap pada kunjungan wisman relatif tidak signifikan dibanding isu-isu penularan penyakit berbahaya seperti flu burung dan SARS.

"Apalagi ini sifatnya sebentar," kata dia.

Dinas Pariwisata terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan untuk mengetahui jumlah wisman dan pengaruh kabut asap.

Hal yang sama juga terjadi pada kunjungan wisatawan domestik, ada pengurangan, namun tidak signifikan.

Sementara itu kualitas udara Kota Batam mulai membaik dibandingkan pekan lalu. Pada Selasa (25/6), kadar debu sudah turun menjadi 77 mikrogram/ m3, dibanding hari-hari sebelumnya yang mencapai 400 mikrogram/ m3.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo mengatakan perbaikan kualitas udara itu selain disebabkan penurunan jumlah titik api di Sumatera, juga karena cuaca Batam hujan ringan yang bersifat lokal. Air hujan rintik di beberapa wilayah mampu menyapu debu dan kabut asap dari Sumatera.

Dendi mengatakan pemerintah kota tidak dapat melakukan banyak hal untuk mengurangi pencemaran udara karena sumber kabut asap berasal dari daerah lain.

"Kami tidak bisa apa-apa, karena ini dampak dari daerah lain," kata dia.

Ia berharap hujan dapat mengguyur wilayah Batam untuk mengurangi debu dan kabut asap yang terbawa angin.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026