
Batam Terapkan Kurikulum 2013 Tanpa Buku Siswa

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menerapkan Kurikulum 2013 tanpa buku pegangan siswa pada sebagian sekolah, karena penambahan anggaran dari APBD-P belum turun.
"Siswa belum pakai buku, karena kami masih menunggu dana APBD. Anggaran dari pemerintah pusat hanya untuk 15 sekolah, sedangkan kami menerapkan untuk seluruh sekolah negeri," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, di Batam, Kamis.
Ia mengatakan sambil menunggu anggaran di APBD turun, maka guru akan menggunakan sistem pembelajaran layaknya CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang pernah diterapkan sebelumnya.
"Pakai sistem CBSA dulu, karena guru sudah punya panduan, gurunya sudah ada buku untuk guru, sedangkan buku siswa masih belum semuanya," katanya.
Untuk sosialisasi dan pelatihan guru, Disdik setempat sudah mengeluarkan sejumlah dana dari alokasi lain yang ada di Dinas Pendidikan setempat. "Ditalangi dulu," kata dia.
Disdik mengajukan anggaran Rp7 miliar untuk biaya sosialisasi, pelatihan guru dan pengadaan buku untuk siswa terkait penerapan kurikulum baru itu.
Ia berharap APBD segera disepakati dan dana cair demi kelancaran program pemerintah pusat itu.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Rudi, memastikan kekurangan dana pelaksanaan kurikulum baru tidak akan dibebankan kepada orang tua siswa karena seluruhnya dibiayai pemerintah.
"Jangan dibebankan ke orang tua, tapi diajukan di APBD. Guru tidak bisa menjual kepada orang tua sehingga tidak dibebani orang tua," kata Rudi.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho mengatakan kekurangan dana buku baru bisa saja diajukan di APBD-P.
"Kalau itu maunya pemerintah, bisa saja dianggarkan di APBD-P," kata dia. (Antara)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
