
DPRD Kepri: Anggaran 2013 Terserap 70 Persen

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dewan Perwakilan Daerah Rakyat Provinsi Kepulauan Riau mendesak pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya karena hingga sekarang anggaran baru terserap 70 persen dari Rp2,4 triliun.
"APBD Kepri tahun 2013 sebesar Rp2,4 triliun, baru terserap sekitar 70 persen. Kami berharap ada peningkatan kinerja pemerintah agar realisasi anggaran mencapai 100 persen sebelum memasuki tahun 2014," kata Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi saat dihubungi dari Tanjungpinang, Minggu.
Ia menambahkan kinerja pemerintah perlu ditingkatkan agar program pembangunan dapat direalisasikan tepat waktu dan tepat sasaran. Bila realisasi anggaran terhambat, maka masyarakat juga belum dapat menikmati pembangunan secara maksimal.
"Kami berharap bulan ini realisasi anggaran dapat ditingkatkan oleh seluruh satuan kerja perangkat daerah," ujarnya.
Saat ini, kata dia, Pemerintah Kepri telah menyerahkan kebijakan umum anggaran perubahan untuk dibahas DPRD Kepri. Empat komisi masih melakukan pembahasan terhadap kebijakan umum anggaran pada Ranperda APBD Perubahan 2013 itu.
Pembahasan anggaran perubahan, kata dia, tidak membutuhkan waktu yang lama. DPRD Kepri hanya membutuhkan waktu dua minggu hingga sebulan untuk membahasnya karena anggaran yang dibahas tidak banyak.
DPRD Kepri menargetkan Ranperda APBD Perubahan tahun 2013 disahkan pada bulan ini.
"Saya belum dapat membeberkan berapa penambahan anggaran yang terjadi pada anggaran perubahan, karena masih dapat berubah-ubah. Sumber-sumber anggaran sering muncul pada saat pembahasan di tingkat komisi," ungkapnya.
Nur juga mengingatkan agar tahapan pembahasan anggaran murni 2014 dilaksanakan tepat waktu. DPRD Kepri menargetkan akhir tahun 2013 anggaran murni 2014 disahkan.
"Pembahasan anggaran murni itu membutuhkan waktu sekitar bulan," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
