Logo Header Antaranews Kepri

BPS: Inflasi Tanjungpinang 1,10 Persen

Selasa, 3 September 2013 12:47 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi di Kota Tanjungpinang pada Agustus 2013 sebesar 1,10 persen.

"Sebanyak 16 kota di Sumatra mengalami inflasi pada saat itu. Batam 1,10 persen, namun inflasi tertinggi di Bandar Lampung yaitu 1,27 persen, dan terendah di Kota Pangkal Pinang 0,15 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Dumagar Hutahuruk, di Tanjungpinang, Selasa.

Dumagar mengungkapkan, indeks harga konsumen di Tanjungpinang pada Agustus 2013 naik dari 143,87 pada Juli 2013 menjadi 145,45 sehingga menyebabkan inflasi sebesar 1,10 persen. Kenaikan indeks harga konsumen ditandai dengan terjadinya perubahan harga 87 komoditas kebutuhan masyarakat yang memicu inflasi.

Sebanyak 69 komoditas di antaranya yang mengalami kenaikan harga antara lain, tarif listrik, sayur kangkung, ikan tongkol, sop, beras, kacang panjang, sotong, bayam, ikan selar, udang basah, daging sapi, kentang, sawi hijau, jus buah, daging ayam ras, kemeja pendek katun, daun singkong, nangka muda dan tarif jasa gunting rambut wanita.

"Kenaikan harga komoditas kebutuhan masyarakat itu biasa terjadi pada saat menjelang Idul Fitri, karena permintaan meningkat," ujarnya.

Sebaliknya, sebanyak 18 komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga yaitu CD, perekam radio, pembasmi nyamuk semprot, obat sakit kepala, lemari es, shampoo, obat gosok, pengharum cucian, vitamin, rampela hati ayam, ketimun, terong panjang, kol putih, minyak goreng, tomat buah, cabai merah, tomat sayur, emas perhiasan, dan bawang putih.

"Komoditas yang harganya naik lebih banyak dibanding yang harganya turun. Hal itu yang menyebabkan terjadinya inflasi," ujarnya.

Sementara berdasarkan indeks harga kelompok, lanjutnya, inflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 2,38 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,68 persen.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,82 persen, kelompok sandang sebesar 0,45 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.

Ia mengemukakan, laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2013 di Kota Tanjungpinang tercatat sebesar 7,78 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 3,27 persen.

Laju inflasi pada Agustus 2013 dibanding dengan Agustus 2012 di Kota Tanjungpinang sebesar 8,46 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 4,20 persen. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026