Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam-BPPT Bentuk Pengelompokan Perkapalan

Jumat, 13 September 2013 17:19 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani kerja sama pembentukan pengelompokan industri perkapalan yang merupakan industri terbesar di Batam saat ini.

Industri galangan kapal atau shipyard merupakan industri nomor satu di Batam meski perusahaan besar hanya sedikit, ke depan perlu mendorong industri kecil dan menengah berkembang melalui pembentukan kelompok industri, kata Kepala BP Batam Mustofa Widjaja di Batam, Jumat.

Ia mengatakan pertumbuhan industri perkapalan di Batam sangat cepat, sehingga perlu peran dari berbagai pihak untuk mensinkronkan antara industri kecil menengah dan besar.

"Karena pertumbuhan cepat, membutuhkan partner. Patner industri besar galangan kapal Batam, diharapkan pengusaha lokal. Sehingga pertumbuhan industri akan lebih terasa," kata dia.

Mustofa berharap, industri galangan kapal yang besar akan mencari mitra dari pengusaha lokal untuk mengerjakan proyek di Batam karena selama ini mitra perusahaan besar masih berasal dari luar negeri.

"Dalam bulan ini akan dilakukan pertemuan dengan industri kecil dan sedang, di bidang shipyard Batam agar mereka bisa menjadi mitra dari perusahaan besar yang terlebih dahulu maju," kata Mustofa.

Di tempat sama, Kepala BPPT, Marzan Aziz Iskandar mengatakan klaster industri akan mendorong keterlibatan pengusaha kecil sehingga akan lebih menguntungkan pengusaha lokal.

"Perusahaan besar tidak bisa mengabaikan pengusaha kecil di sekitarnya yang bisa membantu mereka mempercepat proses produksi dengan biaya lebih murah," kata dia.

Kerja sama BP dan BPPT, kata dia, akan mendorong industri perkapalan, menghasilkan pelaku ekonomi kecil.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, MoU dengan BPPT akan menyinergikan secara efektif dan efisien kemampuan serta potensi kedua lembaga ini.

Ruang lingkup dari MoU ini mencakup pengkajian kebijakan teknologi, inovasi, difusi, unggulan daerah dan kapasitas masyarakat, serta pengembangan wilayah. Selain itu, Kajian dan penerapan teknologi agroindustri dan bioteknologi.

MoU juga mencakup kajian dan penerapan teknologi pemanfaatan sumber daya alam. Kajian dan penerapan teknologi industri rancang bangun dan rekayasa. Kajian dan/atau penerapan teknologi informasi, energi, material, dan lingkungan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026