Logo Header Antaranews Kepri

Timor Leste Pelajari Konsep Investasi FTZ Batam

Kamis, 3 Oktober 2013 14:41 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak tujuh orang perwakilan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor Leste melakukan studi banding ke Badan Pengusahaan Batam mengenai pengembangan wilayah dan investasi yang masuk ke kawasan perdagangan bebas (FTZ).

"Selain ingin mengetahui pengembangan Batam dalam sektor investasi dalam 'free trade zone' (FTZ), mereka juga belajar mengenai regulasi dan fasilitas yang diberikan pemerintah pusat," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Kamis.

Kedatangan rombongan diterima oleh Anggota I Deputi Bidang Pengusahaan Sarana dan Prasarana I Wayan Subawa beserta jajaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Timor Leste Cosme Fatima B Da Silva yang memimpin rombongan mengatakan bahwa saat ini di Timor Leste belum banyak investasi asing yang masuk negara tersebut, kata Ilham.

Ia juga mengatakan bahwa sejarah hubungan persaudaraan antara Timor Leste dengan Indonesia yang sangat dekat menjadi salah satu pertimbangan kedatangannya ke Batam.

"Mereka mengatakan senang bekerja sama pengembangan wilayah dengan Indonesia terutama Batam yang menjadi wilayah investasi terkemuka Asia Pasific," kata Ilham.

I Wayan Subawa mengatakan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor Leste ingin mengetahui lebih jauh tentang fasilitas dan insentif yang diberikan untuk Batam sebagai kawasan khusus.

"Untuk penetapan sebagai kawasan khusus diperlukan regulasi. Ini dimaksudkan agar dasar hukumnya jelas. Kemudian, ketersediaan lahan atau tanah untuk pembangunan, dan infrastruktur sebagai faktor pendukung, seperti listrik, ketersediaan air, bandara dan pelabuhan laut," kata dia.

Selain itu, I Wayan juga menjelaskan tentang regulasi penataan ruang di mana pada awalnya, Pulau Batam dibuat terlebih dahulu sebagai kawasan berikat pada daerah tertentu, yaitu Sekupang, Batu Ampar, Batam Center, dan Kabil.

"Kemudian ketika semakin berkembang, dimulailah secara merata di seluruh kawasan Batam hingga menjadi seperti saat ini," kata Wayan.

Delegasi Timor Leste selama 2013 sudah beberapa kali mengunjugi BP Batam sebagai upaya awal mereka membentuk kawasan industri dan investasi khusus seperti Batam. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026