
Nelayan Sri Tanjung Butuh Bantuan

Anambas (Antara Kepri) - Nelayan Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau membutuhkan bantuan untuk pengadaan lampu surya dan radar untuk melaut sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan nelayan Sri Tanjung dalam dialog yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kominte Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Anambas di Rumah Makan Pondok Nelayan, Kamis
Kami sangat membutuhkan lampu surya. Selama ini kami masih menggunakan penerangan tradisonal berupa lampu petromax. Kalau angin sedang kuat, lampu akan mati dan susah sekali menghidupkannya, Jelas Dasril, salah seorang perwakilan nelayan Desa Sri Tanjung.
Dijelaskannya, ketika lampu mati di tengah laut, maka kebanyakan nelayan sulit mendapatkan tangkapan karena jarak pandang yang cukup terbatas.
Selain itu, penerangan minim juga membuat nelayan sulit mengidentifikasi pulau-pulau terdekat dan melihat boya, yang biasa digunakan sebagai penanda di laut.
Itulah sebabnya nelayan membutuhkan lampu surya, yang dianggap lebih efektif untuk penerangan di tengah laut.
Kami kesulitan melihat pulau dan boya. Apalagi kalau cuaca tidak bagus dan sedang gelap, ditambah lampu penerangan juga mati. Itu jadi masalah besar buat kami. Kami butuh Lampu yang tidak mati karena angin dan tahan lama, ujar Dasril.
Sementara mengenai radar, nelayan mengaku memang belum menjadi prioritas.Namun untuk meningkatkan pendapatan, radar dianggap kurang berperan penting. Pasalnya, dengan adanya radar tersebut, nelayan dapat mengetahui tempat-tempat yang banyak ikan.
Terasa sekali bedanya. Kalau kita tidak pakai radar, mungkin cuma dapat setengah lobang (box fiber-red). Tapi kalau pakai radar, bisa jauh lebih banyak. Memang belum prioritas, namun sangat membantu menambah jumlah tangkapan kita, jelas Acong, seorang nelayan Sri Tanjung yang sudah 30 tahun melakoni pekerjaan melaut.
Menanggapi permintaan nelayan Sri Tanjung, DPP KNPI Anambas berjanji akan mencoba mencarikan solusi. Melalui dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari Premier Oil, KNPI akan berusaha untuk memberikan bantuan.
Kita akan bantu melalui CSR Premier Oil. Tapi mungkin tidak semuanya bisa kita bantu, salah satunya saja. Dan tidak semua nelayan dapat. Mungkin kita bantu beberapa dulu, sesuai dengan anggaran yang ada, jelas Ketua DPP KNPI Anambas, Edi Jaafar.
Selain itu Edi juga berjanji akan memfasilitasi sebuah diskusi antara nelayan dan Pemda Anambas untuk mengakomodir keluhan-keluhan nelayan tersebut dan diskusi tersebut rencananya akan diadakan pada 30 November mendatang, beriringan dengan penyerahan bantuan kepada nelayan Sri Tanjung.
Tanggal 30 kita akan serahkan bantuan kepada nelayan, sesuai dengan hasil diskusi kita hari ini. Tidak hanya itu, kami juga akan memfasilitasi diskusi nelayan dan Pemda. Silahkan nanti bapak sampaikan keluhannya, supaya kemudian pemda bisa mengambil kebijakan ke depan untuk kesejahteraan nelayan Anambas, ujar Edi Jaafar. (Antara).
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
