
Nilai UMK Batam Tidak Disepakati

Batam (Antara Kepri) - Rapat Dewan Pengupahan Kota Batam yang dihadiri perwakilan pekerja, pengusaha dan pemerintah belum menemukan kesepakatan angka Upah Minimum Kota 2014 dalam rapat terakhir pembahasan UMK, Rabu.
"Tidak ada kesepakatan. Pengusaha tetap pada angkanya, pekerja pun begitu," kata perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dalam Dewan Pengupahan, Sukiryo.
Pekerja mengajukan angka UMK Rp3.390.000. Sedangkan pengusaha tetap pada UMK sama dengan KHL, yaitu Rp2.192.973.
Sukiryo, yang ke luar dari ruangan rapat Dewan Pengupahan untuk menenangkan pekerja, mengatakan dua angka itu akan diajukan ke Gubernur untuk ditetapkan.
Di tempat yang sama, Ketua KSPSI Batam Saiful Badri Sofyan mengatakan tetap akan memperjuangkan angka UMK Rp3.390.000 hingga ditetapkan Gubernur.
Jika Gubernur tidak menetapkan angka itu, maka pekerja akan berupaya memaksa Gubernur mengubahnya. "Seperti waktu UMK Rp1,410 juta kemarin," kata dia.
Ia meminta buruh untuk mempersiapkan diri dalam mengawal angka UMK yang dituntut ke Gubernur. Meski begitu, ia menolak disebut mengancam pemerintah untuk menetapkan UMK sesuai tuntutan buruh.
Sementara usai menerima penjelasan dari perwakilannya, ribuan pekerja yang tergabung dalam SPSI langsung membubarkan diri secara tertib.
Sebelumnya, ribuan buruh sempat ricuh dan merubuhkan kawat berduri yang dipasang polisi sepanjang halaman Kantor Wali Kota Batam. Namun, kericuhan kemudian bisa ditenangkan aktivis pekerja dengan mendatangkan perwakilannya dan memberikan penjelasan tentang hasil rapat Dewan Pengupahan.
Akibat unjuk rasa itu lebih dari seratus pegawai negeri sipil Kota Batam tidak memarkirkan kendaraannya di halaman dalam kantor wali kota. Tempat parkir yang biasanya diisi puluhan mobil, saat ini kosong. Begitu pula parkir di tepi jalan antara Pemkot dan DPRD yang biasanya dipadati puluhan mobil.
"Takut rusuh seperti dua tahun lalu, dari pada jadi korban, lebih baik amankan mobil," kata seorang PNS yang enggan disebutkan namanya.
Banyak PNS yang mengalihkan kendaraannya parkir di seberang Kantor Bank Indonesia hingga Perumahan Beverly yang berjarak sekitar 750 meter.
Seorang PNS Ardiwinata mengatakan sengaja tidak membawa kendaraan dinasnya. "Saya naik taksi," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
