Logo Header Antaranews Kepri

Harry: Jelaskan Hasil Seleksi Kepala BP Batam

Senin, 23 Desember 2013 15:35 WIB
Image Print
Harry Azhar Aziz (antaranews.com)

Batam (Antara Kepri) - Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis berpendapat tim seleksi pemilihan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam harus menjelaskan ke publik mengenai hasil seleksi tertulis dan psikologi para calon.

"Tim harus menjelaskan alasan yang tidak lulus. Seperti saat seleksi deputi Bank Indonesia, untuk menghindari kecurigaan beberapa pihak yang mengganggap seleksi berjalan tidak adil " kata anggota DPR daerah pemilihan Kepulauan Riau itu, Senin.

Menurut Harry, transparansi proses seleksi itu penting. "Harus berani terbuka. Kalau tidak maka tim akan dianggap tidak fair dan akan melahirkan tuduhan-tuduhan," kata dia.

Bila ada yang tidak sepakat dengan hasil seleksi yang dilakukan, maka dapat menggugat, kemudian timsel dapat mempertahankan alasan-alasannya, kata Harry.

Sedari awal Harry mendorong agar pemilihan Kepala BP Batam dilakukan dengan uji kepatutan dan kelayakan agar yang terpilih memiliki kompetensi dasar dalam memimpin organisasi itu.

Harry mengatakan jika pun nantinya Gubernur menggunakan hak memilih Kepala BP Batam, paling tidak, nama yang diangkatnya sudah lolos uji kepatutan dan kelayakan.

"Pada keputusan akhir, pasti ada unsur subjektif dan politik tertentu dalam kaitan dengan pemda. Itu oke saja. Tapi paling tidak kompetensi dasar terpenuhi," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan KPBPB Batam yang juga Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengharapkan Kepala BP terpilih nanti bisa bersinergi bersamanya dalam membangun Batam.

"Kepala BP harus punya visi ke depan. Menjadikan Batam sebagai kota bandar internasional, lokomotif perekonomian nasional," katanya.

Kepala BP terpilih harus mengutamakan pembangunan infrastruktur yang mampu memberikan efek domino pada pertumbuhan ekonomi. Saat ditanya, siapa sosok yang tepat menduduki jabatan itu, Dahlan menolak menjawab.

"Saya tidak mau komentar. Saya banyak yang kenal, tapi saya tidak membaca daftar riwayat hidupnya, jadi tidak bisa komentar," katanya.

Mengenai proses seleksi yang tidak mengikutsertakan dirinya sebagai Wakil Ketua DK, Ahmad Dahlan mengatakan tidak kecewa.

"Memang alangkah baiknya kalau disertakan. Secara substansi sebaiknya wakil dilibatkan dari awal karena kita akan bekerja sama," katanya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026