Logo Header Antaranews Kepri

Disdik Batam Bangun 100 RKB pada 2014

Senin, 13 Januari 2014 20:59 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin (antarakepri.com/Humas Pemkot Batam)

Batam (Antara Kepri) - Dinas Pendidikan Kota Batam pada 2014 membangun 100 ruang kelas baru (RKB) untuk menampung jumlah anak usia sekolah dasar yang terus meningkat.

"RKB yang dibangun sebagian besar untuk sekolah dasar (SD). Sebagian lain untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin di Batam, Senin.

Ia mengatakan pada musim pendaftaran siswa baru 2014 mendatang sekitar 12 ribu anak usia tujuh tahun ke atas akan masuk SD. Sementara anak yang lulus SD juga tinggi.

"Anak-anak tersebut membutuhkan ruang kelas baru agar tertampung. Karena berdasarkan peraturan, anak usia tujuh tahun harus diterima di SD. Tidak boleh ditolak dengan alasan kekurangan ruang kelas," kata dia.

Sementara itu Muslim tidak menyebut jumlah pasti siswa yang akan lulus dari SD dan melanjutkan ke SMP.

"Kami memang fokus pembangunan RKB dan sekolah baru untuk SD dan SMP untuk mendukung program belajar sembilan tahun. Kalau SMA sederajat akan kami koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kepri," kata Muslim.

Ia mengatakan, dana pembangunan ruang kelas baru tersebut dianggarkan dari APBD Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat.

"Dana pembangunan sebagian besar bersumber dari APBD Kota Batam. Untuk DAK sebesar Rp13 miliar, namun sebagian besar diperuntukan untuk pembelian buku," kata dia.

Muslim mengatakan, pertumbuhan penduduk yang tinggi dari kelahiran di Batam membuat pemerintah kesulitan menyediakan saranan pendidikan yang memadai dan meningkatkan mutu pendidikan.

"Kalau beberapa tahun lalu angka kelahiran belum begitu tinggi, jadi jumlah sekolah yang dibangun belum terlalu banyak. Namun saat ini kelahiran sangat tinggi, sementara minat orang tua menyekolahkan ke swasta minim sehingga mau tidak mau pemerintah terus menambah RKB dan sekolah agar semua tertampung," kata Muslim.

Muslim mengatakan, meski di Batam banyak sekolah swasta, hanya sebagian kecil yang eksis dan banyak peminatnya karena orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri yang gratis.

"Saat ini banyak pengelola sekolah swasta mengeluh karena kurang murid karena orang tua siswa ngotot menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri dan tidak mau menyekolahkan ke swasta," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026