Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Kepri Raup Rezeki Dari Ikan Dingkis

Kamis, 30 Januari 2014 14:59 WIB
Image Print
Ilustasi: Ikan Dingkis (antarakepri.com)

Batam (Antara Kepri) - Nelayan Kota Batam, Kepulauan Riau meraup penghasilan puluhan juta rupiah dari mengumpulkan dan memancing ikan dingkis yang mengandung telur, menjelang perayaan pergantian Tahun China 2565, Imlek.

"Dari lima hari ini, saya sudah bisa kumpulkan uang Rp5 juta dari ikan dingkis," kata nelayan Pulau Panjang, Sugi di Batam, Kamis.

Uang itu dihasilkan dari penjualan ikan dingkis sekitar satu ton yang ia kumpulkan di perairan Batam.

Menurut Sugi, penghasilannya diperkirakan akan bertambah pada malam pergantian tahun dari hari Imlek, karena seperti kebiasaan tahun-tahu sebelumnya, kualitas ikan dingkis semakin bagus pada waktu itu.

"Nanti malam semakin bagus lagi," kata dia.

Ikan dingkis merupakan ikan khas perairan Kepri yang bertelur setahun sekali, yaitu pada waktu pergantian Tahun China.

Nelayan Pulau Akar, Bato (70), mengatakan selalu meraup untung besar setiap Imlek. Nelayan yang mengumpulkan ikan di sekitar Jembatan Dua Barelang itu mengaku pernah mengantongi Rp40 juta dari memancing dan mengumpulkan ikan dengan nama latin Siganus canaliculatus itu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Tionghoa Batam Asmin Patros mengatakan ikan dingkis dipercaya membawa simbol rezeki. Ribuan telur yang dikandungnya menandakan banyaknya rezeki yang akan datang.

"Ikan dingkis membawa simbol rezeki, karena kalau Imlek, isi badannya banyak telur. Konon, bertelur banyak dimaknai banyak membawa rezeki," kata dia.

Ia mengatakan di pasaran, harga ikan dingkis kualitas bagus sudah mencapai Rp400 ribu per kg di Batam, sementara di Dabo, Kabupaten Lingga, satu kilogram ikan dihargai Rp200 ribu.

"Saya pesan dari kampung, harganya masih miring. Istri saya pesan Rp200 ribu per kilo. Karena kalau di Batam harganya sudah Rp400 ribu," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026