Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Perbatasan Natuna Dilatih Gunakan GPS

Rabu, 12 Februari 2014 17:37 WIB
Image Print
Nelayan tradisional Natuna yang merupakan daerah perbatasan sedang menjaring ikan (antarakepri.com/Zam Jambak)

Natuna (Antara Kepri) - Nelayan Kabupaten Natuna yang merupakan daerah perbatasan dilatih menggunakan Global Positioning Sytem (GPS), sejenis alat navigasi untuk memantau lalulintas pelayaran.

"Sebanyak 30 nelayan Ranai kita latih menggunakan GPS, supaya hasil tangkapan bisa meningkat. Salah satunya dengan penguasaan informasi Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI)," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Wahyu Nugroho di Balai Benih Ikan Sepempang Ranai, Rabu.

Dikatakan Wahyu Nugroho, pelatihan penggunaan GPS itu bertujuan agar nelayan tangkap tidak ketinggalan pengetahuan dan teknologi di bidang pelayaran.

Menurut dia, pelatihan menggunakan GPS juga untuk keselamatan pelayaran dan meningkatkan hasil tangkapan nelayan melalui penguasaan informasi Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) yang telah dipetakan melalui GPS.

Selain itu, kata Wahyu, nelayan tersebut juga dilatih cara pembuatan jaring serta bagaimana cara mengukur peta penangkapan ikan.

"Bukan menggunakan GPS saja, cara membuat jaring juga kita didik, bahkan cara mengukur peta tangkapan juga kita latih," ujarnya.

Ia manambahkan, pelatihan penggunaan GPS ini diprakarsai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan dari Medan pada 12-16 Februari 2014 di Balai Benih Ikan (BBI) Sepempang.

Wahyu menjelaskan, dengan pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan paradigma baru bagi para nelayan tardisional, tidak hanya sebagai pencari ikan, tetapi menjadi penangkap ikan secara modern.

"Menggunakan GPS dalam Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) adalah paradigma baru, nelayan pergi ke laut untuk menangkap ikan, bukan untuk mencari ikan," pungkasnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026