
Natuna Dilanda Kekeringan

Natuna (Antara Kepri) - Musim kemarau yang terjadi sejak Januari lalu, membuat
sumur-sumur warga di wilayah Ranai sekitarnya kekeringan. Saat ini, warga hanya
bergantung pada suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa untuk
kebutuhan air minum dan mandi.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ranai memperkirakan,
kekeringan diwilayah Natuna masih akan terjadi hingga akhir bulan Maret mendatang.
"Diperkirakan, musim kemarau ini akan berakhir pada akhir bulan Maret ini," kata
Kepala BMKG Ranai, Yassinson Ilyas, kemaren.
Ia mengatakan, cuaca kering yang terjadi ini, dikarenakan masa udara sedang
terkonsentrasi di daerah khatulistiwa. Yang mana, awan yang sudah terbentuk
cenderung cepat hilang yang disebakan oleh angin utara.
"Udara didaerah kita cenderung kering, dikarenaka udara terkonsentrasi di sekitar
khatulistiwa. Hal inilah yang menyebabkan wilayah di Kabupaten Natuna dan sekitarnya
tidak turun hujan, karena awan yang sudah terbentuk cenderung cepat hilang yang juga
dikarenakan angin utara masih berlangsung," terangnya.
Ia mengimbau warga, agar lebih cermat menggunakan air dan selalu waspada terhadap
potensi kebakaran.
"Mengingat saat ini memasuki musim kering, sangat berpotensi kebakaran. Makanya
warga untuk lebih berhati-hati menggunakan api. Untuk warga yang ingin membuka lahan
jangan menggunakan api, karena dengan kondisi saat ini api susah untuk dikendalikan
dan cepat merembat," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
