
Klenteng Dharma Sasana Genap Berusia 299 Tahun

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Klenteng Dharma Sasana di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (2/4/2014)) genap berusia 299 tahun.
"Usia Tanjungpinang sudah memasuki 230 tahun, namun klenteng ini usianya jauh lebih tua. Wajar saja bila masyarakat etnis Tiongkok di kota ini sudah sangat membaur dengan masyarakat Melayu," kata Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Klenteng Dharma Sasana di Senggarang, Rabu.
Perayaan HUT Klenteng Dharma Sasana diawali dengan tarian persembahan Sekapur Sirih. Menariknya, para penari merupakan siswa Sekolah Minggu di Yayasan Dharma Sasana yang beretnis Tiongkok.
"Saya sangat bangga dengan masyarakat Tiongkok di Kota Tanjungpinang," ucapnya.
Ratusan warga etnis Tiongkok pun tampak suka cita menyaksikan tarian yang merupakan aset budaya Melayu, yang biasanya disajikan dalam berbagai kegiatan formal.
"Pembauran antaretnis Tiongkok dengan Melayu terjadi sejak lama. Salah satu bukti bahwa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama sudah berlangsung lama adalah berdirinya Klenteng Dharma Sasana," katanya.
Vihara Dharma Sasana sendiri merupakan vihara tertua di Kota Tanjungpinang, bahkan di Kepulauan Riau. Kekompakan warga Tiongkok dengan etnis lainnya di Tanjungpinang dari dulu hingga sekarang sudah tampak.
Bahkan masyarakat etnis Tionghoa, kata dia, memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan infrastruktur maupun kemasyarakatan di Kota Tanjungpinang.
Hampir separuh pembangunan perekonomian di kota Tanjungpinang digerakkan oleh masyarakat Tionghoa. Hal itu dapat dibuktikan pada saat libur Imlek misalnya, perekonomian di Kota Tanjungpinang bisa dikatakan sepi karena semua pelaku usaha yang beretnis Tiongkok tidak beraktivitas seperti biasanya.
"Itu berarti, peran aktif masyarakat Tiongkok di Tanjungpinang sangat mempengaruhi pembangunan kota ini," ujarnya.
Ketua Yayasan Dharma Sasana A Hua mengatakan, perayaan HUT Klenteng Dharma Sasana yang juga sembayang keselamatan warga Senggarang dan sekitarnya ini akan dilaksanakan selama 3 hari tehitung mulai 1-3 April.
Adapun rangkaian kegiatannya selain pentas hiburan, akan dilakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan sembako untuk 700 kepala keluarga yang ada di Senggarang dan sekitarnya serta memasak 380 kg mie goring untuk disantap bersama.
"Kedua kegiatan tersebut akan dilakukan besok," katanya.
Selain bakti sosial akan dilakukan pula pelelangan barang antik yang bernilai seni tinggi. Pelelangan dimaksud untuk mengumpulkan dana demi untuk membangun wilayah klenteng agar lebih rapi dan tertata lagi.
Lebih lanjut dikatakan A Hua, hampir seluruh pembangunan fisik di sekitar klenteng dananya berasal dari Yayasan Dharma Sasana.
"Atas nama seluruh warga Tiongkok di Senggarang dan sekitarnya, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang karena telah membantu membangun infrastruktur jalan di sekitar klenteng," kata A Hua.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
