
Infrastruktur Batam Meningkat Jelang MTQ

D0100514000830 10-05-2014 JAS BTM
INFRASTRUKTUR BATAM MENINGKAT JELANG MTQ
Oleh Jannatun Naim
Batam (Antara Kepri) - Kualitas dan kuantitas infrastruktur penunjang pariwisata di Kota Batam Kepulauan Riau meningkat tajam, menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional XXV, kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Guntur Sakti di Batam, Sabtu.
Pemerintah provinsi dan kota bersinergi melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur untuk menjamu khafilah dari 33 provinsi peserta MTQ
"Yang pasti karena ada MTQ, Batam mengalami peningkatan daya saing infrastruktur," kata Guntur Sakti
Jika MTQ tidak dilaksanakan di Batam, maka belum tentu pemerintah melakukan semua pembenahan itu pada tahun anggaran 2013 dan 2014.
"Jalan yang awalnya satu jalur dibuat jadi dua jalur, pedestrian jadi mulus, astaka jadi cantik, taman diperbaiki, pohon menjadi bagus dan banyak lainnya," kata Guntur.
Mengenai dampak pelaksanaan MTQ terhadap kunjungan wisman, ia mengatakan tidak akan terlalu berpengaruh. Karena wisman datang ke Batam hanya untuk menghabiskan akhir pekan, dan hal yang rutin.
"Kalau kunjungan secara khusus tidak. Tapi mungkin ketika wisman datang, jalan-jalan melihat ada keramaian, maka akan berkunjung sejenak, tidak khusus datang untuk itu," kata dia.
Pengaruh pelaksanaan MTQ untuk pariwisata, kata dia, bukan dalam waktu dekat dengan kedatangan wisman secara langsung yang khusus menyaksikan acara nasional itu, melainkan jangka panjang, karena banyaknya pembangunan infrastruktur.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Batam Yusfa Hendri mengatakan pemerintah mempercantik seluruh elemen dalam kota guna menyambut pelaksanaan MTQ nasional.
Pemerintah kota membangun gapura selamat datang di sekitar Bandara Hang Nadim untuk menyambut tamu dan peserta MTQ. Selain itu juga pintu gerbang lokasi Astaka, dengan arsitektur menyerupai menara di Mekah.
Pemkot juga mengimbau seluruh hotel memberikan dekorasi khusus bernuansa Islam untuk menjamu tamu. "Wali Kota juga menginginkan agar seluruh pekerja hotel menggunakan busana Melayu, untuk menghormati pelaksanaan MTQ sekaligus sebagai identitas kota. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
