
Pemkot Setujui Kenaikan Tarif Listrik Batam

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menyetujui usulan kenaikan tarif listrik PT Pelayanan Listrik Nasional (bright PLN Batam), namun besarannya masih harus dirumuskan kembali, kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan usai rapat Muspida, Senin.
"Saya dan Muspida mempertimbangkan semua aspek. Yang penting masyarakat bisa hidup dengan nyaman, ada listrik. Kami menyetujui kenaikan beberapa komponen, bukan persentase," kata Wali Kota.
Ia mengatakan kenaikan tarif listrik akan dibagi dalam delapan segmentasi pelanggan, mulai dari sosial, rumah tangga, bisnis hingga industri. Namun besarannya belum ditetapkan.
Wali Kota menginstruksikan bright PLN Batam dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral untuk merumuskan kenaikan tarif listrik dan mengajukannya ke Wali Kota.
Namun dipasikan semakin rendah kemampuan warga, semakin kecil daya, semakin rendah pula besaran kenaikan tarif.
"Dibuat nanti, ada minimum dan maksimum dengan azas keadilan, biar bagaimana, kasihan masyarakat rendah," katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Disperindag ESDM Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan akan segera merumuskan kenaikan tarif bersama PLN Batam.
"Malam ini juga kami kejar, Pak Wali ingin besok sudah diumumkan," kata Amsakar.
Ia mengatakan nantinya, kenaikan tarif akan diumumkan berdasarkan jumlah rupiah, bukan persentase, agar tidak meresahkan masyarakat.
"Misalnya, pemakaian biasa Rp100 ribu, kenaikan Rp6.000, jadi pembayaran sekarang Rp106.000. Itu misalnya, agar masyarakat tidak resah," katanya.
Usulan kenaikan tarif listrik itu nantinya akan diajukan ke DPRD Batam, jika disetujui maka akan ditetapkan.
Dirut bright PLN Batam Dadan Koerniadipura meyakinkan jika tarif listrik sudah disepakati naik, maka pihaknya akan berupaya untuk mengatasi pemadaman listrik bergulir yang sekarang terjadi.
Anak perusahaan PLN (Persero) itu akan mencari alternatif listrik dari penyedia listrik kawasan industri seperti Kabil dan Batamindo, atau menyiapkan bahan bakar solar untuk menghidupkan PLTD.
"Kami mencoba mencari cara, akses power dari batamindo, tunas, kawasan industri, solar tambahan. Kalau sekarang tidak bisa," katanya.
Meski begitu ia meyakinkan, pemadaman listrik bergulir yang sekarang terjadi tidak berhubungan dengan kenaikan listrik. Pemadaman listrik terjadi karena adanya pemeliharaan PLTU. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
