Logo Header Antaranews Kepri

Kepri dan Meksiko Jajaki Peluang Bisnis

Senin, 19 Mei 2014 23:41 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Meksiko menjajaki peluang bisnis yang akan dikembangkan atau digali dari potensi yang dimiliki Kepulauan Riau dalam berbagai sektor.

Hal itu terungkap dalam pertemuan singkat antara Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Sani dengan Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Jose Oramas di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kepri, Senin.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Indonesia Untuk Meksiko Hamadi Djafar itu, peluang bisnis di Kepri sangat menjanjikan terutama dalam bidang pariwisata, kelautan dan perikanan, industri dan peluang bisnis atau investasi lainnya. Begitu juga sebaliknya dengan potensi yang dimiliki Meksiko untuk bisa dikembangkan oleh Pemprov Kepri.

"Kepri ini unik, 96 persen wilayahnya laut, hanya empat persen saja daratnya. Makanya, kami sangat berharap dari pertemuan singkat ini akan ada investor dari Meksiko yang bisa mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Kepri selain potensi dibidang pariwisata dan industri," kata Muhammad Sani.

Menurut Gubernur, letak geografis Kepri cukup strategis karena berbatasan dengan beberapa negara dan berada pada jalur perdagangan dunia, ditambah lagi Kepri memiliki Batam, Bintan dan Karimun (BBK) sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ).

Sementara itu dari pihak Meksiko justru memandang ada potensi lain yang ada di Kepri, yakni potensi pengembangan peternakan sapi dan domba. Hal ini melihat begitu banyaknya pulau di Kepri yang salah satunya bisa dikembangkan pusat peternakan domba dan sapi.

"Di Meksiko, kemajuan ternaknya luar biasa, terutama ternak kambing dan sapi. Kepri punya potensi untuk pengembangan ternak sapi dan domba," kata Djoko Waluyo selaku Dirjen Diaspora Indonesia yang datang bersama rombongan.

Meskipun Gubernur Muhammad Sani sudah menjelaskan kepada rombongan mengenai sulitnya air yang ada di pulau untuk pengembangan ternak sapi dan domba, namun pihak Meksiko meyakinkan bahwa air bukan masalah karena kondisi di Meksiko justru lebih tandus dibanding Kepri.

"Jika air dipandang sebagai masalahnya, kami pikir peternak di Meksiko sudah punya teknologinya sendiri untuk mengatasinya. Sampai sekarang peternakan di Meksiko sangat maju dan berkembang," jelas Djoko Waluyo dan diiyakan oleh Duta Besar RI untuk Meksiko Hamadi Djafar.

Sementara Keduber RI untuk Meksiko Hamadi Djafar menjelaskan jika Meksiko dan Indonesia adalah dua negara yang memiliki latar belakang sejarah yang mirip, yakni sama-sama dijajah selama 350 tahun. Bedanya, jika Indonesia dijajah oleh Belanda, maka Meksiko dijajah oleh Spanyol.

"Dari pertemuan ini, semoga nanti Kepri bisa mempromosikan potensi yang dimiliki di Meksiko dan kami siap memfasilitasi," tutup Hamadi.

Menindaklanjuti pertemuan itu, akan digelar dialog dengan pelaku usaha yang ada di Kepri pada Selasa (20/5) dengan harapan para pengusaha Kepri melirik Meksiko sebagai salah satu tujuan ekspor selain ke Singapore, Malaysia, Amerika dan beberapa negara Asia lainnya.

Dalam pertemuan singkat itu, turut hadir Direktur Amerika Utara dan Tengah Ibnu Hadi, Kasubdit III Direktorat Amerika Utara dan Tengah Sigit Sadiono, pejabat fungsional diplomat Direktorat Amerika Utara dan Tengah Prasetyo Budhi dan Fungsi Ekonomi KBRI Panama Doddy Herado. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026