Logo Header Antaranews Kepri

25 Siswa SMA Karimun Tidak Lulus

Selasa, 20 Mei 2014 23:27 WIB
Image Print
Sejumlah siswa SMK Yaspika Tanjung Balai Karimun merayakan kelulusan dalam mengikuti ujian nasional yang diumumkan serentak, Selasa (21/5). (antarakepri.com/Rusdianto)

Karimun (Antara Kepri) - Sebanyak 25 dari 2.846 siswa SMA sederajat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, tidak lulus ujian nasional.

Data Dinas Pendidikan Karimun menyebutkan ke-25 siswa yang tidak lulus itu antara lain 6 siswa SMAN 3 Karimun, SMAN 2 Kundur 2 orang, SMAN 4 Karimun 3 orang, SMAN 1 Durai 6 orang, SMA Santo Yusuf 1 orang, MA Yaspika 4 orang, SMKN 1 Kundur 4 orang, SMK Yaspika 3 orang.

"Kelulusan tahun ini sebesar 99 persen, meningkat dari tahun lalu," kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Sudarmadi di sela-sela pengumuman kelulusan di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Secara terpisah, Kepala SMK Yaspika, Raja Umar Sum mengatakan, selain 3 siswa di sekolah yang ia pimpin tidak lulus, satu siswa ditunda kelulusannya.

"Kelulusan satu siswa tersebut ditunda karena nilai Matematika-nya kosong. Ia ikut ujian tapi nilainya mungkin tercecer. Kami masih menunggu informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri apakah yang bersangkutan lulus atau tidak," kata dia.

Ia mengatakan, tingkat kelulusan siswa SMA di sekolahnya tahun ini sebesar 97,3 persen dari total siswa yang mengikuti ujian nasional sebanyak 150 orang.

"Siswa yang tidak lulus bisa mengikuti ujian paket C atau mengulang pada tahun depan," katanya.

Pantauan, pengumuman kelulusan di beberapa sekolah berjalan lancar. Sebagian besar siswa bergembira karena lulus ujian nasional.

Konvoi menggunakan kendaraan bermotor melintasi sejumlah ruas jalan Tanjung Balai Karimun mewarnai perayaan kelulusan yang diumumkan serentak tadi sore.

Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono mengatakan telah mengerahkan 120 personel untuk mengamankan pengumuman kelulusan UN dengan menyebar ke setiap sekolah, persimpangan jalan dan pusat-pusat keramaian.

"Personel dikerahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama membatasi siswa agar tidak menggelar aksi ugal-ugalan di jalan raya. Sedangkan di sekolah-sekolah, kami tugaskan dua hingga tiga polisi," kata dia.

Kapolres menyebutkan pengumuman kelulusan UN berjalan lancar dan aman. Namun demikian, ia tetap mengimbau para siswa agar tidak berlebihan merayakan kelulusan sehingga dapat merusak situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Pengerahan personel bersifat pencegahan, penyuluhan dan antisipasi agar siswa tidak berlebihan merayakan kelulusan," ucapnya. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026