Logo Header Antaranews Kepri

16 Rumah dan Kios Batam Ludes Terbakar

Kamis, 5 Juni 2014 17:56 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 16 rumah dan kios di Bengkong Garama, Kota Batam, Kepulauan Riau, terbakar dan mengakibatkan setidaknya 90 jiwa kehilangan tempat tinggal, Kamis.

"Yang terbakar diperkirakan 16 bangunan yang terdiri tempat penjualan sepeda motor, bengkel, rumah makan, rumah warga dan juga tempat kos. Dugaan awal, akibat arus pendek listrik," kata Kapolsek Bengkong, Ajun Komisaris Polisi Hadi Sucipto saat meninjau lokasi, Kamis siang.

Ia mengatakan, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dan cepat membesar karena sebagian bangunan masih semi permanen. Kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang diderita para korban terhitung besar. Bisa sampai ratusan juta rupiah," kata dia.

Hadi mengatakan, di tempat jual beli sepeda motor bekas api pertama dilaporkan terlihatn setidaknya ada delapan motor yang semuanya hangus terbakar.

"Dari situ saja nilai kerugian sudah besar. Belum kios-kios lain yang juga turut terbakar," kata Hadi.

Hampir semua bangunan yang terbakar rata dengan tanah. Sejumlah bangunan lain terpaksa dirusak agar api tidak terus menjalar ke bangunan lain.

Semua bangunan yang terbakar sudah rata dengan tanah, hanya tinggal puing-puing bangunan. Selain itu, lokasi juga sudah diberi garis polisi.

Riyadi, seorang warga mengatakan kejadian begitu cepat sehingga hanya sebagian warga mampu menyelamatkan barang-barang berharganya.

"Kejadian sangat cepat dan saat warga tengah tidur. Jadi tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Namun semua selamat," kata dia.

Saat ini Dinas Sosial Kota Batam sudah mendirikan tenda darurat tidak jauh dari lokasi kebakaran agar untuk sementara bisa digunakan untuk korban kebakaran.

"Dinsos sudah mendirikan tenda. Untuk sementara kami ditampung disana," kata Riyadi.

Sejumlah warga juga masih terlihat membersihkan puing-puing sisa kebakaran berharap masih ada barang berharga bisa diselamatkan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026