Logo Header Antaranews Kepri

Menag Memulai Pembangunan MAN Insan Cendekia Batam

Minggu, 16 November 2014 15:42 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sabtu, meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di Nongsa, Kota Batam, yang diharapkan menjadi lembaga pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

"Kami berharap dari MAN Insan Cendekia di Batam akan lahir anak bangsa berkepribadian unggul serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengintegrasikan pendidikan umum dengan agama," katanya saat menyampaikan sambutan dalam acara tersebut.

MAN Insan Cendekia adalah sekolah yang didirikan Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie melalui BPPT yang menerapkan prinsip keseimbangan antara penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa.

Sekolah yang sama, sebelumnya juga sudah didirikan di Serpong Tangerang, Gorontalo, Jambi, Riau, Pekalongan Jawa Tengah dan Aceh.

"Sejak UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) 2003 diterbitkan, kesan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang statis dan terbelakang sudah hilang. Pemerintah sudah memberikan kesetaraan sehingga madrasah tidak terbelakang lagi," kata dia.

Menguatnya keterlibatan pemerintah dalam lembaga pendidikan berbasis agama, kata dia, mampu memberi warna dan dinamika tersendiri pada pendidikan terutama madrasah.

"Cendekiawan muslim pernah berjaya hingga membuat lompatan pada kehidupan manusia. Tentu kita semua berharap hal tersebut terulang lagi termasuk dari Insan Cendekia," kata Lukman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepri Marwin Jalal mengatakan MAN Insan Cendekia Batam dibangun di atas lahan 10 hektare. Selain gedung sekolah, juga akan dilengkapi masjid, sarana olah raga, asrama siswa, perumahan guru, ruang makan, yang akan dibangun bertahap dengan anggaran pemerintah pusat.

"Pada tahap pertama sudah dikucurkan sekitar Rp7,5 miliar yang digunakan untuk konsultan perencanaan, konsultan pengawas tahap pertama, pembangunan struktur bawah asrama, kelas, ruang makan tahap pertama, dan masjid tahap pertama," kata dia.

Selain dari anggaran pusat, untuk pembangunan pagar juga mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan pembangunan lembaga pendidikan berbasis keagamaan harus diperbanyak agar mampu membentengi generasi muda dari pengaruh buruk globalisasi.

"Kepri sebagai wilayah beranda Indonesia membutuhkan lembaga pendidikan berbasis agama yang kuat sehingga mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif," kata dia.

Ia mengatakan, selama ini jumlah lembaga pendidikan berbasis agama di Kepri jauh lebih sedikit dibanding lembaga pendidikan umum. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026