Logo Header Antaranews Kepri

TNI AL Tangkap 2 Kapal Nelayan Asing

Minggu, 16 November 2014 17:05 WIB
Image Print

Anambas (Antara Kepri) - TNI AL dalam melakukan Operasi Karata Jaya di bawah Komando Panglima Armabar dengan mengunakan KRI Sutedi Senoputra 378 menangkap 2 kapal nelayan asing di perairan barat Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Kedua kapal nelayan itu ditangkap Jumat (14/12) yang diperkirakan berkapasitas sekitar 70 GT lebih memasuki perairan Indonesia dengan melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

"Yang pertama kita tangkap kapal KNF 7424 berbendera Malaysia pada pukul 6:00 WIB, yang kedua kita terus melakukan pengejaran sampai pukul 8:00 WIB ," jelas Mayor Laut (P) Hendra Astawan di KRI Sutedi Senoputra 378, kepada Antara, Jumat malam.

Dijelaskannya, untuk kapal nelayan yang pertama berbendera Malaysia berawakkan 9 orang terdiri atas 6 warga negara Thailand dan 3 warga Negara Myanmar . Sedangkan kapal kedua berbendera Thailand dengan 6 awak, 2 warga negara Thailand 3 orang warga negara Myanmar dan 1 warga negara Laos.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kapal nelayan pertama ditangkap saat menarik jaring sehingga tidak bisa lari, sedangkan kapal kedua yang berjarak sekitar 8 mil dari kapal pertama sempat menaikkan jaring dan melarikan diri dengan menambah kecepatan untuk memasuki wilayah Malaysia

"Untuk penangkapan kapal nelayan yang kedua kita melakukan pengejaran karena mereka ingin melarikan diri memasuki wilayah Malaysia dan sempat hendak menabrak kapal kita," jelasnya

Tidak ada perlawanan dari para awak kedua kapal tersebut meski sempat berupaya melarikan diri, kata dia.

"Kita berhentikan dan melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun mereka tidak mau berhenti sehingga kami menembak bagian anjungan atas izin panglima," kata dia.

Tidak ada korban jiwa dalam penangkapan itu, dan kedua kapal nelayan asing berserta awaknya dalam pengawalan KRI Sutedi Senoputra-378 di Pangkalan TNI AL Lanal Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026