
Nelayan Vietnam Buru Nelayan Kepri

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Aksi illegal fishing yang umumnya dilakukan oleh warga negara Thailand di perairan Kepri semakin ganas, karena selain mencuri ikan, pelaku illegal fishing semakin berani menjarah dan memburu nelayan tradisional di perairan Kepri.
"Mereka semakin berani beroperasi sampai ke perairan teritorial Indonesia, bahkan prilaku mereka semakin ganas hingga berani melakukan tindakan-tindakan kriminal di laut kepada nelayan tradisional Kepri," kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kepri, Eddywan, Kamis.
Seperti, merusak kapal nelayan dan memburu nelayan tradisonal Kepri yang mereka temui saat beroperasi di kawasan teritorial Kepri.
Pelaku yang umumnya, berkebangsaan Thailand tersebut sambung Eddywan, juga mencuri hasil bubu nelayan serta merusak karang dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang.
"Mereka pun sudah terlebih dulu mempersenjatai dirinya untuk bertindak kriminal di perairan Indonesia," ucapnya.
Hal ini, kata Eddywan, menimbulkan ketakutan nelayan tradisional Kepri untuk melaut, karena pelaku illegal fishing tersebut memberikan teror kepada nelayan tradisional.
Anehnya lagi, kata Eddywan, pelaku illegal fishing selalu berada di area-area tertentu yang paling sering dijumpai.
"Indikasinya, mereka tidak hanya mencuri ikan, tetapi juga mengambil kekayaan alam laut di titik lokasi tersebut," tegas Eddywan.
Seringnya pelaku illegal fishing ditemukan di lokasi tersebut tambah Eddywan karena mereka lebih banyak berada di laut dengan sarana yang lebih lengkap.
"Sementara kita, tidak. Jadi, inilah yang akan kita tindak lanjuti, dan tahap awal, kita sudah menentukan 5 titik di perairan Kepri yang paling sering di datangi para pelaku illegal fishing tersebut," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan komitmen seluruh SKPD serta yang memiliki kepentingan di laut Kepri untuk menegakkan aturan yang ada di Indonesia.
"Mereka juga harus menggunakan sarana dan prasarana yang direkomendasi dan dalam memanfaatkan sumberdaya laut yang ada, mereka juga harus menjaganya dan mengawasi orang lain yang memanfaatkan mereka," papar Eddywan.
Seperti yang disampaikan Kepala Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan, Baini, bahwa beberapa nelayan yang berdomisili di Bintan pernah menjadi korban pengejaran nelayan asing pelaku illegal fishing di perairan Anambas.
"Sehingga nelayan kita terancam oleh kahadiran nelayan asing, karena mereka tidak segan-segan mengejar nelayan kita," ucap Baini. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
