Logo Header Antaranews Kepri

Wapres Jusuf Kalla Batal ke Karimun

Rabu, 4 Februari 2015 21:23 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Wakil Presiden Jusuf Kalla membatalkan rencana melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Februari 2015.

"Sesuai informasi dari Sekretariat Wapres, kunjungan Wapres JK ditunda hingga waktu yang belum ditentukan," kata Kepala Bagian Humas Setkab Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Muhammad Yosli mengatakan, Wakil Presiden menunda kunjungan kerjanya itu karena Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri juga melakukan kunjungan kerja ke Malaysia.

"Pak JK harus tetap di Jakarta karena Presiden didampingi sejumlah menteri berkunjung ke Malaysia," kata dia.

Ia mengatakan penundaan kunjungan tersebut mengecewakan karena sejumlah agenda yang akan dihadiri Wakil Presiden telah disusun sedemikian.

"Kita harus menerima keputusan itu. Penundaan itu tentu berdasarkan pertimbangan karena masih banyak urusan pemerintah pusat yang lebih penting.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan meresmikan pengoperasian sejumlah perusahaan di kawasan perdagangan bebas atau free trade zone. Peresmian tersebut dipusatkan di area perusahaan PT Saipem Indonesia Karimun Branch di Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat.

Wakil Presiden juga dijadwalkan akan meresmikan proyek PT Saipem, perusahaan fabrikasi dan anjungan minyak lepas pantai, dan menggelar ramah tamah dengan tokoh masyarakat dan para pejabat usai menunaikan Shalat Jumat di Masjid Baiturrahman, Tanjung Balai Karimun.

Sebelumnya, pada Selasa (3/2) Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Eko Margiyono dan Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari berkunjung ke Tanjung Balai Karimun untuk melihat kesiapan pengamanan rencana kunjungan Wakil Presiden.

"Agenda yang telah disusun akan kita setting ulang jika Sekretariat Wapres menginformasikan jadwal kunjungan yang baru," ucapnya. (Antara)

Editor: Ridwan Chaidir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026