
Batam Sediakan Anggaran Khusus Minimalkan Geng Motor

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyediakan anggaran khusus untuk berbagai aktivitas pelajar guna mengurangi keikutsertaan siswa dalam geng motor yang meresahkan masyarakat.
Anggaran tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seluruh pelajar dan mahasiswa gun memfasilitasi kebersamaan di antara para anak-anak muda, kata Wakil Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam pertemuan dengan perwakilan BEM dan OSIS se-Kota Batam di Batam, Selasa.
"Silakan, rancang mau buat acara apa, acaranya seperti apa, itu semua pelajar dan mahasiswa yang melaksanakan. Jadi sifatnya dari kalian, oleh kalian, untuk kalian. Pemerintah hanya menyiapkan anggarannya," kata Wakil Wali Kota.
Ia berharap seluruh kegiatan yang dirancang itu bisa memjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan hobi sehingga tidak ada lagi alasan melakukan kegiatan yang melanggar aturan seperti geng motor.
"Geng motor sudah hampir dua tahun meresahkan Kota Batam. Karena itulah saya minta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menganggarkan tapi acaranya diserahkan ke kalian," kata dia.
Pemerintah kota menegaskan komitmennya menyelamatkan generasi muda dari kegiatan yang negatif dan membahayakan diri sendiri serta masyarakat sekitar.
"Karena kalianlah yang akan memegang tampuk pembangunan Batam baik di pemerintah maupun swasta nantinya," kata dia.
Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk mendekatkan seluruh pelajar dan mahasiswa untuk meminimalkan potensi tawuran.
"Saya ingin ada hubungan emosional antara kalian. Supaya komunikasi antar kalian akan hidup," kata Wakil Wali Kota.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin mengakui dari hasil penindakan yang dilakukan polisi, banyak ditemukan pelajar yang tergabung dalam geng motor.
Menurut dia, keberadaan geng motor Batam sebenarnya tidak seseram di daerah lain, tapi tetap harus diantisipasi agar tidak semakin negatif.
Pemerintah Kota Batam membentuk tim khusus yang terdiri atas pemangku kepentingan seperti Polri, TNI AD, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Kantor Pemuda dan Olahraga serta Satuan Polisi Pamong Praja pencegah pelajar terlibat geng motor.
Setiap pemangku kepentingan dalam tim itu bertugas melakukan pembinaan kepada anak muda, khusunya pelajar agar menghindar dari aktivitas geng motor. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
