
BPS: Nilai Ekspor Migas Kepri Turun

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Nilai ekspor migas dan nonmigas Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Januari 2015 mencapai 965,63 juta dolar Amerika, turun 18,19 persen dibanding Desember 2014, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Dumangar Hutauruk di Tanjungpinang, Senin.
"Pada ekspor migas pada Januari 2015, penurunan mencapai 18,28 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan untuk ekspor nonmigas turun 18,15 persen," ujarnya.
Hutauruk mengemukakan penurunan nilai ekspor Januari 2015 ini disebabkan oleh turunnya komoditas ekspor nonmigas dan migas. Sedangkan untuk nilai ekspor golongan mesin dan peralatan mengalami penurunan sebesar 22,22 persen.
Untuk negara tujuan ekspor Kepri, kata dia Singapura masih menempati urutan pertama, dengan nilai 58,64 persen dari total ekspor. Kemudian diikuti Malaysia sebagai negara kedua terbesar nilai ekspor Kepri yakni 7,60 persen.
"Negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Belanda, Tiongkok, Perancis, Thailand dan Korea Selatan," katanya.
Sementara terkait nilai impor Kepri pada Januari 2015 juga turun 6,47 persen. Penurunan tersebut berasal dari nilai impor baik migas dan non migas. Pada nilai impor migas penurunan mencapai 48,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun untuk impor non migas naik sekitar 3,50 persen. Hal ini juga disebabkan karena turunnya impor komoditas migas.
"Singapura masih menjadi negara pemasok terbesar barang impor untuk Kepri, dengan nilai 298,64 juta dolar Amerika atau sebesar 38,48 persen," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
