
Harga Beras di Anambas Merangkak Naik

Anambas (Antara Kepri) - Harga beras di pasar tradisional Kabupaten Kepulauan Anambas merangkak naik pada kisaran Rp2.000 per kilogram.
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kepulauan Anambas mencatat, harga beras merek Citra Mandiri naik sebesar Rp2.000 hingga menjadi Rp15.000 per kilogram sejak awal Maret, setelah pada Januari naik Rp1.000 dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.
Kenaikan harga beras diduga akibat masalah musim panen selain persoalan lain, seperti pendistribusian dan kecenderungan penimbunan.
"Kecenderungannya dari pusat. Dari sana naik, disini pun juga mengalami kenaikan. Bahkan sebelum berita di pusat, daerah sudah cenderung naik," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kepulauan Anambas, Suhaemi, di Tarempa.
Kenaikan harga beras inipun, biasa terjadi pada kurun 2013 dan 2014 terakhir. Namun yang membedakan, harga beras yang biasa mengalami penurunan menjelang akhir tahun, kini sebaliknya merangkak naik.
Tidak hanya beras merek Citra Mandiri, dari data pengecekan yang dilakukan akhir Februari hingga awal Meret 2015 diketahui bahwa, beras merek lainnya seperti Cap Panda juga naik Rp1.000,- dari harga sebelumnya Rp14.000/kg.
Untuk beras Cap Anggur juga naik dari Rp13.000 menjadi Rp14.000/kg.
"Fluktuasi harga berkisar 7-14 persen. Meski demikian, ada juga yang masih stabil. Seperti beras merk Rojolele stabil di harga Rp17.000/kg. Beras merek Buaya dengan harga Rp10.000/kg. Serta beras merek Anak Terbang, meski stoknya mengalami kekurangan. Kamipun sudah melakukan analisa pasar. Hampir setiap minggu kami turun melakukan pengecekan. Data terakhir, masih berada pada kisaran seperti itu," ungkapnya
Untuk stok beras di wilayah Anambas mayoritas bersumber dari wilayah Jakarta. Naiknya harga beras ini pun perlahan mulai dikeluhkan oleh pedagang makanan di Tarempa.
Nur, pedagang makanan mengaku terpaksa mengurangi porsi nasi yang disajikan kepada konsumen yang datang ke kedai makan miliknya. Ia pun biasa membeli beras ukuran 10 kg dengan harga Rp 110-120 ribu. "Kemarin itu, beli naik harganya jadi Rp 140 ribu ukuran 10 kg.
"Ini bukan beras yang enak. Yang enak itu, Citra Mandiri harga ukuran 25 kg mencapai Rp300 ribuan. Mau tak mau terpaksa dikurangi sedikit lah porsinya. Kalau harganya dinaikkan, nanti pelanggan mengeluh dan pindah makannya," keluhnya.
Di bagian lain, Kadisperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Anambas, Linda Maryati tidak menampik kenaikan harga beras di Anambas. Kenaikan yang bersumber dari pusat serta beberapa daerah lainnya, menurutnya menjadi beberapa hal yang membuat harga bahan pokok ini merangkak naik.
"Di luar naik, tentu kita juga mengalami kenaikan. Meski demikian, kenaikannya masih wajar lah. Tak sampai menembus angka 30 persen. Kecuali sudah menembus harga itu, mau tak mau kami melakukan operasi pasar," pungkasnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
