
Gubernur Minta Pemkot Batam Tertibkan Kios Ilegal

Batam (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani meminta Pemerintah Kota Batam segera menertibkan kios liar tidak berizin atau ilegal yang dianggap menyalahi aturan dan merusak estetika kota.
"Seharusnya kios liar itu tidak ada, harusnya yang resmi saja," kata Gubernur Kepri Muhammad Sani usai meresmikan penggunaan Masjid Al Fauzan di Batam Kepri, Minggu.
Namun, ia mengingatkan agar dalam penertiban kios tidak berizin, Pemkot Batam melakukannya secara perlahan agar tidak menambah permasalahan baru.
Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam tidak kasar dalam menertibkan kios ilegal, mengingat ada banyak warga yang menggantungkan hidup dari usaha itu.
"Perlu penertiban secara persuasif, ada pembicaraan terlebih dulu, dilakukan pembinaan," kata dia.
Gubernur juga berharap Pemkot Batam memberitahukan terlebih dulu sebelum membongkar kios tidak berizin.
"Beri waktu satu atau dua hari. Jangan langsung dibongkar," katanya.
Sebelum dibongkar paksa, gubernur meminta pengertian pemilik kios, bahwa yang dilakukan pemerintah semata-mata demi ketertiban dan kepentingan bersama.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan sebelumnya juga menegaskan tidak ada tempat bagi kios tidak berizin, apalagi kebanyakan kios itu berdiri di median jalan.
"Sudah saya katakan, tidak boleh ada kios di 'buffer zone'," kata wali kota.
Pemkot Batam sudah meminta Satpol PP untuk segera menertibkan kios yang berdiri di lahan penyangga jalan, yang semestinya menjadi hak pejalan kaki.
Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pengelola lahan di Pulau Batam, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam untuk menyelesaikan masalah itu.
Direktur Permukiman dan Agribisnis BP Kawasan Batam Tato Wahyu mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan izin penggunaan lahan median jalan untuk pembangunan kios, melainkan izin peminjaman lahan untuk usaha tanaman hias.
Sementara itu, warga kota mengeluhkan pembangunan kios tidak berizin di median jalan.
"Kios-kios itu benar-benar mengganggu estetika kota," kata warga Batuaji, Alfian. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
