
Golkar: Nasib Ansar Tergantung PDIP

Keputusan ini sudah dipikir matang-matang oleh Ansar dan tim pemenangannya
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Golkar menyatakan nasib Bupati Bintan Ansar Ahmad terkait lamarannya menjadi bakal Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), mendampingi Soerya Respationo tergantung PDIP.
"Bukan nasib Partai Golkar yang bergantung pada PDIP, meskipun Ansar dalam posisi melamar di PDIP. Kalau nasib Ansar ya, bergantung pada PDIP, karena melamar secara pribadi," kata Ketua Pemenangan Pemilu Daerah Pemilihan Batam DPD Partai Golkar Provinsi Kepri Asmin Patros, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Asmin yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kepri menambahkan komunikasi politik antara Ansar Ahmad dengan Soerya semakin intensif. Beberapa kegiatan di Bintan melibatkan Soerya.
Ansar Ahmad dalam posisi menunggu keputusan PDIP. Sampai sekarang Ansar Ahmad tetap memposisikan diri sebagai orang yang melamar sebagai bakal Calon Wakil Gubernur Kepri, termasuk saat mendaftar di Partai Nasdem, Partai Hanura dan PDIP.
Partai Nasdem dan Partai Hanura akan berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada Kepri 9 Desember 2015.
"Keputusan ini sudah dipikir matang-matang oleh Ansar dan tim pemenangannya," ujarnya.
Ansar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kepri versi Aburizal Bakrie juga mendapat dukungan dari pengurus pusat. Bahkan mesin politik Ansar di kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pilkada disejalankan dengan kepentingan Soerya dan Ansar bila seandainya lamaran tersebut diterima.
"Contohnya, saya secara pribadi mendaftar di PDIP sebagai bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Tujuannya, mesin politik bergerak cepat untuk memenangi pilkada," kata Asmin.
DPD PDIP Kepri sudah mengusulkan dua nama politikus untuk berpasangan dengan Soerya yakni Ansar Ahmad dan Bupati Tanjungbalai Karimun Nurdin Basirun. Bila Nurdin yang diterima Soerya, maka mesin politik Golkar tidak berjalan, meski Nurdin merupakan kader Golkar.
Hal itu disebabkan DPP Partai Golkar versi Aburizal Bakrie mendukung Ansar sebagai bakal Calon Wakil Gubernur Kepri yang mendampingi Soerya. Dukungan itu berdasarkan alasan yang logis dan realistis, karena Golkar harus berkoalisi jika ingin mengusung kader internal.
Selain itu, polemik di internal DPP Partai Golkar yang sampai sekarang belum tuntas. Pertimbangan lainnya, sosok Soerya yang cukup baik dikenal masyarakat.
Soerya juga memiliki kinerja yang baik, dan sudah memiliki pengalaman di dalam pemerintahan.
"Ini pilihan yang realistis sehingga Koalisi Merah Putih di pusat tidak harus sampai ke daerah, karena kondisi politik di daerah berbeda," ungkapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
