
DPRD: Pengelolaan Potensi Kelautan Lingga Belum Optimal

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pengelolaan potensi sektor kelautan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau belum optimal lantaran belum ada investor yang menanamkan modalnya, kata Ketua DPRD Lingga M Nizar yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa.
"Lingga itu banyak pulau yang indah dan sumber ikan. Ini kalau dikelola dengan baik dapat menghasilkan pendapatan daerah yang besar," ujarnya.
Dia menambahkan pengelolaan kelautan yang benar juga membuka lapangan kerja. Jika ada investor yang tertarik membuka usaha dibidang perikanan, maka banyak tenaga kerja yang terserap.
Saat ini, belum ada investor yang menanamkan modalnya untuk membuka usaha di sektor perikanan di Lingga. Kemungkinan penyebab utamanya dua yakni kurang dipromosikan dan pelayanan birokrasi yang belum optimal.
Potensi kelautan di Lingga belum dikenal luas sehingga investor di Indonesia maupun asing tidak mengetahuinya.
"Investor itu harus diberi kemudahan dalam berinvestasi, namun tetap harus sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Selain sektor kelautan, Lingga juga dapat dipromosikan sebagai daerah kunjungan wisata. Banyak pulau di Lingga memiliki pantai yang indah. Pulau-pulau ini dapat dibangun kawasan pariwisata.
Nizar meyakini sektor pariwisata yang dikelola dengan baik mampu mengangkat nama Lingga. Sektor pariwisata juga dapat menambah pendapatan daerah dan menyerap banyak tenaga kerja.
"Dapat dibangun hotel dan sarana pariwisata lainnya. Namun transportasi darat, laut dan udara ke Lingga harus ditingkatkan," ujarnya.
Nizar mengatakan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih pada Pilkada Lingga 2015 harus bekerja keras memikirkan hal itu. Mereka harus mulai menggerakan seluruh potensi perekonomian untuk membangun Lingga dari keterpurukan yang terjadi selama ini.
"Ya, bupati dan wakil bupati ke depan harus kerja keras, mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Caranya hanya satu, gerakan roda perekonomian tanpa terlalu mengandalkan anggaran daerah," ujarnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
