
Pertamina Optimistis Solar Batam Cukup Hingga Desember
Kamis, 25 Juni 2015 01:45 WIB

Namun untuk membuat penyelewengan menjadi nol, mungkin belum, tapi berkurang
Batam (Antara Kepri) - PT Pertamina Persero optimistis kuota solar bersubsidi untuk Kota Batam Kepulauan Riau mencukupi hingga akhir tahun, bahkan, melebihi dari yang dikonsumsi masyarakat secara rata-rata.
"Kuota solar tersedia, cukup dibanding konsumsi," kata Marketing Branch Manager PT Pertamina Kepri Aji Anom Purwasakti di Batam, Rabu.
Jika pada tiga tahun terakhir, kuota solar bersubsidi di Batam selalu kurang akibat permintaan melebihi dari pasokan yang disediakan, maka tahun ini ia optimis tidak akan kekurangan solar. Meski pemerintah menurunkan volume solar subsidi untuk Batam.
Ia mengatakan sejak awal tahun, penyaluran solar bersubsidi di Batam relatif terkendali, sesuai dengan kuota yang disediakan pemerintah.
Berdasarkan data Pertamina, konsumsi solar bersubsidi berkurang 40 persen, sejak kebijakan Kartu BBM atau Fuel Card diluncurkan pada awal tahun lalu.
Ia percaya, Kartu BBM berhasil mengendalikan distribusi solar bersubsidi dan meminimalkan penyelewengan distribusi bahan bakar itu.
"Sejak Fuel Card diberlakukan, distribusi solar bersubsidi berkurang," kata dia.
"Namun untuk membuat penyelewengan menjadi nol, mungkin belum, tapi berkurang," kata dia.
Kartu BBM merupakan upaya yang dilakukan Pertamina bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BRI untuk mengendalikan penyaluran solar bersubsidi.
Dalam penerapannya, setiap kendaraan yang berhak menggunakan solar bersubsidi diberikan kuota pembelian bahan bakar itu maksimal 30 liter setiap hari.
Jika konsumen hendak membeli melebihi kuota, maka harus membayar sisanya dengan harga solar non-subsidi.
Kemudian, pembelian solar diwajibkan menggunakan uang elektronik, Fuel Card atau Kartu BBM yang bekerja sama dengan BRI.
Kartu itu memuat data mengenai jenis kendaraan, termasuk transaksi pembelian solar bersubsidi. Dengan begitu, Pertamina dapat memastikan pembelian solar sesuai dengan kuota yang diberikan.
Setelah sukses di Batam, Pertamina berencana menerapkan sistem yang sama di beberapa daerah dengan karakteristik menyerupai Batam, di antaranya di Kabupaten Bintan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
